16.586 Hari MedcoEnergi: Dari Ambisi Nasional Menjadi Aksi Nyata Transisi Energi dan Kepedulian Sosial

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Bayangkan sebuah perjalanan yang dimulai 16.586 hari lalu. Atau setara dengan 398.064 jam. Dalam rentang waktu sepanjang itu, sebuah perusahaan lokal berani bermimpi menjadi pemain energi nasional—dan kini berubah menjadi entitas energi yang berpengaruh di Asia Tenggara.

Perjalanan itu bernama PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). MedcoEnergi bukan lagi sekadar produsen minyak dan gas. Perusahaan ini kini menapaki transformasi menuju masa depan energi rendah emisi. PT Medco Energi Internasional Tbk didirikan pada 9 Juni 1980 oleh Arifin Panigoro

Namun, 2025 bukanlah tahun yang ringan. Dalam laporan keuangan sembilan bulan pertama (9M-2025), MedcoEnergi membukukan laba bersih AS$ 86 juta, anjlok 69% dibanding periode yang sama 2024.

Tiga masalah menerpa sekaligus: Masalah pertama, harga minyak jatuh 15%, dari AS$ 80/bbl menjadi AS$ 68/bbl. Masalah kedua, kontribusi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berubah drastis — dari laba AS$ 129 juta menjadi rugi AS$ 37 juta akibat peningkatan kapasitas smelter dan larangan ekspor konsentrat. Yang terakhir, masalah permintaan gas menurun dan beberapa fasilitas menjalani maintenance terencana.

Tapi justru di situ ketangguhan terlihat. EBITDA MedcoEnergi masih mampu mencapai AS$ 946 juta, hanya turun tipis 3%. Produksi migas stabil di 150 mboepd, bahkan naik menjadi 163 mboepd di kuartal ketiga. Biaya produksi ditekan ke AS$ 8,8/boe, salah satu yang terendah di industri global. Rasio utang bersih terhadap EBITDA tetap terjaga di 2,0x. Ketahanan operasional ini menjadi bukti bahwa efisiensi bukan lagi jargon.

Aksi Nyata Transisi Energi dan Ekspansi Strategis

Tahun 2025 bagi MedcoEnergi bukan tahun bertahan—melainkan tahun menyerang. Buktinya, Medco gahar mengakuisisi 45% hak operasi Repsol di PSC Sakakemang dan 80% di South Sakakemang PSC. Tidak sampai di situ, MEDCO meningkatkan porsi kepemilikan menjadi 40% di PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) — memperkuat rantai nilai gas dari hulu hingga hilir. Meresmikan PLTP Ijen (35 MW) dan PLTS Bali Timur (25 MWp) — keduanya diresmikan langsung oleh Presiden RI. Penjualan listrik Medco Power mencapai 3.188 GWh, naik 8% YoY, dan 25% sudah berasal dari energi terbarukan.

Perusahaan yang cukup lama melantai di bursa, tepatnya di Bursa Efek Indonesia sejak 1994, menargetkan akhir tahun 2025: Produksi migas: 155–160 mboepd. Penjualan listrik: 4.300 GWh

Menariknya, meski laba turun, MedcoEnergi tetap membayar dividen. Dividen interim sebanyak AS$ 42 juta disetujui untuk tahun buku 2025—naik 18% per saham.

“Kepercayaan kami terhadap nilai inti bisnis tercermin dari pembelian kembali saham dan peningkatan dividen,” kata Hilmi Panigoro, Direktur Utama MedcoEnergi, dalam siaran pers yang diterima ruangenergi.com, Sabtu (01/11/2025), di Jakarta.

MedcoEnergi bukan hanya bicara keberlanjutan. Mereka mengeksekusinya. Buktinya, emisi GRK Scope 1 & 2 turun 1,5 juta ton CO₂e hingga Juli 2025 — melampaui target 2025.

“Dengan portofolio terdiversifikasi dan disiplin keuangan, kami berada pada posisi kuat untuk masa depan,” kata Amri Siahaan, Chief Administrative Officer beberapa waktu lalu.

Selain migas dan listrik, MedcoEnergi juga memiliki bisnis pertambangan melalui PT Amman Mineral Internasional Tbk, perusahaan tambang tembaga dan emas raksasa di Indonesia.

Diversifikasi ini menempatkan MedcoEnergi sebagai salah satu pemain energi dan sumber daya alam terbesar di Asia Tenggara.

Budaya Berbagi: Warisan Abadi Arifin Panigoro

Namun, ada satu hal yang tak tercatat dalam laporan keuangan: jiwa berbagi. Adalah Yani Yuhani Panigoro, Komisaris Utama MedcoEnergi, yang mengibarkan nilai ini.

Dalam acara Volunteer Day — “We Repair Houses for Better Living” di Rajeg, Tangerang (21/6/2025), ia bercerita tentang warisan moral Arifin Panigoro.

“Pak Arifin sebesar apa pun perusahaannya, selalu berbagi. Itu sudah menjadi budaya kami,” ungkap Yani Panigoro

Ratusan karyawan Medco menjadi relawan. Mereka membangun dinding 15 rumah layak huni untuk warga desa. Semangat itu spontan.

“Hari pertama pendaftaran, semua langsung daftar. Kalau tidak ditutup, mungkin semua karyawan ikut,” ucap Yani sembari tersenyum

Menurut Yani, rumah sehat akan meningkatkan kualitas hidup keluarga, mendukung pendidikan anak, dan menggerakkan ekonomi lokal.

“Kalau anak-anak sehat dan bisa sekolah, bangsa ini akan menjadi pintar-pintar.”

Yang paling menyentuh? Karyawan Medco iuran secara pribadi untuk membantu pembangunan rumah tersebut.

16.586 Hari Perjalanan: Bukti Transformasi dan Kepedulian

Dalam catatan ruangenergi.com, MedcoEnergi telah:

  • Bertahan di tengah fluktuasi komoditas,
  • Berani berinvestasi di energi bersih,
  • Menjaga kepercayaan pemegang saham,
  • Mengutamakan kepedulian pada manusia.

Perjalanan 16.586 hari itu bukan hanya catatan waktu. Itu catatan ketahanan, adaptasi, dan keberanian bertransformasi.

MedcoEnergi bukan hanya perusahaan energi. Ia adalah gerakan perubahan.