3 Tahun Sukses! APGWI Genjot Produksi Migas

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Pekanbaru, Riau, ruangenergi.com – PT APG Westkampar Indonesia (APGWI), operator Wilayah Kerja (WK) West Kampar, Riau, genap berusia tiga tahun pada 26 Januari 2026. Dalam waktu yang relatif singkat, perusahaan migas nasional ini berhasil menorehkan sederet capaian positif yang menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan produksi migas nasional.

Sejak mulai mengelola WK West Kampar, APGWI langsung bergerak cepat melakukan berbagai inovasi, mulai dari percepatan produksi dan lifting, optimalisasi kinerja sumur, hingga peningkatan keandalan fasilitas produksi. Berkat langkah-langkah tersebut, produksi minyak perusahaan melonjak signifikan.

Pada 2025, produksi APGWI tercatat mencapai sekitar 1.200 barel minyak per hari (BOPD). Angka ini melonjak tajam dibandingkan masa awal reaktivasi sumur pada akhir 2023 yang masih berada di kisaran 200 BOPD.

General Manager PT APGWI, Mohammad Yasin A, mengatakan peningkatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa perusahaan terus berkembang melalui inovasi berkelanjutan.

“Lonjakan produksi dari 200 BOPD menjadi 1.200 BOPD dalam dua tahun merupakan bukti komitmen kami untuk terus tumbuh dan berkontribusi bagi industri migas nasional,” ujar Yasin, Senin (26/01/2026), dalam siaran pers yang diterima ruangenergi.com.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan dari SKK Migas, khususnya Perwakilan Wilayah Sumbagut, yang mengawal proses reaktivasi hingga pengembangan sumur baru.

“Sinergi ini menjadi kunci bagi kami untuk ikut mendukung target pemerintah mencapai 1 juta barel minyak per hari pada 2030,” tambahnya.

Yasin mengungkapkan, sejak ditetapkan sebagai operator WK West Kampar, APGWI langsung merealisasikan Komitmen Kerja Pasti (KKP) lima tahun pertama. Saat awal pengelolaan, wilayah kerja ini hanya memiliki lima sumur eksisting. Kini, jumlahnya bertambah menjadi 13 sumur pengembangan.

Artinya, dalam tiga tahun terakhir, APGWI berhasil melakukan pengeboran delapan sumur baru sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi secara berkelanjutan.

“Tiga tahun memang waktu yang singkat bagi KKKS yang masih berstatus start-up. Namun, berkat komitmen perusahaan serta kualitas dan kapabilitas SDM, APGWI mampu bersanding dengan operator migas lain di Riau dan wilayah Sumbagut,” kata Yasin.

Sementara itu, Direktur PT APGWI, Adi Prasetyana, berharap momentum tiga tahun ini menjadi pijakan untuk membawa perusahaan semakin matang dan mandiri.

“Kami ingin APGWI menjadi perusahaan swasta nasional yang berdikari dan sejajar dengan perusahaan migas nasional lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, perusahaan berkomitmen menjalankan operasional secara profesional, berkelanjutan, serta berlandaskan prinsip keselamatan kerja, kesehatan, dan perlindungan lingkungan.

“Semoga APGWI terus berkembang dan menjadi perusahaan migas nasional yang unggul,” pungkasnya.