KESDM Sebut REE Belum Banyak Diketahui Publik

Rare earth element (REE) atau biasa disebut logam tanah jarang (LTJ) belakangan menjadi bahan perbincangan. Ini tak lepas dari kabar selepas pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto Djodjohadikusumo beberapa waktu lalu.

Mereka diketahui membahas potensi pemanfaatan LTJ untuk industri persenjataan dalam pertemuan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Senin (15/6).

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial mengatakan, terkait detail dari komoditas ini, belum banyak diketahui. Meski demikian, Kementerian ESDM mengaku akan serius dalam memanfaatkannya.

“Intinya kita banyak kandungan rare earth yang sekarang belum dimanfaatin, akan diseriusin. Undang-undang kita juga akan mengamanatkan ini. Detailnya belum tahu, tapi kami akan serius memanfaatkan,” ujar Ego saat ditemui di Komisi VII DPR RI, Rabu (24/6).

Ditemui di lokasi yang sama, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi menyebut informasi yang ia dapatkan cadangan LTJ ada. Namun, statusnya masih resources potential.

Agus menyebut ini sangat bernilai karena banyak manfaat, bahkan sampai dengan bahan nuklir. Soal potensi Indonesia, Agus juga belum bisa memastikan karena masih potensial, belum terpecahkan.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan LTJ ini merupakan turunan dari tambang. Ia menegaskan jika ada potensi akan terus dimaksimalkan. “Masih belum (pengembangannya),” kata Ego.

Sebelumnya, Deputi Bidang Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto mengatakan semua potensi LTJ sedang diteliti.

“Semua ini kemarin kita dapat info dari salah satu Profesor ITB itu di Nikel kadar rendah ini juga ada, dia lihat potensi rare earth. Tapi yang Inalum lihat itu di timah itu,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/06/2020).

Menurut Seto, pembicaraan Luhut dan Prabowo terkait manfaat LTJ. Misalnya saja di Amerika Serikat yang memanfaatkannya untuk komponen elektronik dan sistem persenjataan.

“Ya banyak sih penggunaanya, salah satunya itu. Lagi dilihat untuk eksplorasinya karena kita perlu tahu jumlah cadangan dulu seberapa, segala macamnya. Yang sudah di lihat itu di timah,” kata Seto.

Hilirisasi dari komoditas ini sangat tergantung dari seberapa cepat eksplorasi dilakukan. Nanti, imbuh Seto, akan ada teknologinya setelah diketahui jumlah cadangannya. “Ini sedang diteliti potensinya, ada di PT Timah. AS (memanfaatkan), banyaklah,” pungkasnya.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *