Bontang, Kaltim, ruangenergi.com-Di tengah dinamika industri energi yang penuh risiko, Badak LNG kembali mencatatkan bab penting dalam perjalanannya sebagai pionir keselamatan. Kamis (27/11/2025) di Hotel Sultan, Jakarta, perusahaan pengolah gas alam cair itu pulang membawa empat penghargaan bergengsi dari Indonesia QHSE Sustainability for Business Award 2025 (IQSA 2025).
Namun lebih dari sekadar piala, pencapaian ini adalah cerita tentang konsistensi budaya – sebuah nilai yang tumbuh, dijaga, dan diwariskan lintas generasi pekerja.
Budaya keselamatan Badak LNG tak terbangun dalam semalam. Ia tumbuh melalui perjalanan panjang, termasuk fase ketika insiden, LTI, hingga fatality masih menghantui operasi. Titik balik itu datang pada Desember 2006. Saat itu, manajemen membuat komitmen sederhana namun keras: LTI terakhir harus menjadi yang terakhir.
Sejak momentum itu, perusahaan menggeser paradigma keselamatan dari sekadar kepatuhan menjadi budaya generatif—budaya yang terus hidup meski perusahaan mengalami pergantian direktur utama, rotasi manajemen, hingga perubahan struktur. Keselamatan bukan lagi instruksi; ia menjadi DNA yang mengalir dalam setiap keputusan dan tindakan pekerja.
Keberhasilan mempertahankan 19 tahun tanpa Lost Time Injury bukan dibuat oleh slogan yang ditempel di dinding kantor. Badak LNG merawat budaya itu melalui ragam intervensi yang dirancang mengikuti karakter pekerja:Attitude Reinforcement Technique (ART) untuk memperkuat perilaku positif, SHEQ Tour and Review (STAR) sebagai ruang dialog dan evaluasi langsung di lapangan, SHEQ Talk dan kampanye kolaboratif yang melibatkan pekerja, mitra kerja, keluarga, hingga masyarakat Bontang.
Semua itu disatukan dalam kerangka 3-P: People, Process, Plant, memastikan bahwa keselamatan bukan hanya dipahami, tapi dijalankan dengan disiplin di setiap sudut operasi.
Hasil dari konsistensi panjang ini terlihat jelas di panggung IQSA 2025. Badak LNG memborong empat penghargaan utama: The Best Company Concerned QHSE. The Best Innovation for QHSE. The Best CEO for Corporate QHSE Excellent untuk President Director & CEO Badak LNG Achmad Khoiruddin. The Best Manager QHSE untuk Senior Manager SHE&Q Padang Wikar Hapsoro.
Pengakuan ini menegaskan posisi Badak LNG sebagai benchmark keselamatan industri energi di Indonesia, sekaligus bentuk apresiasi atas peran seluruh insan perusahaan dalam mewujudkan praktik QHSE yang unggul dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Achmad Khoiruddin menegaskan kembali nilai inti perusahaan.
“Penghargaan ini membuktikan bahwa Badak LNG konsisten menjalankan bisnis dengan mengedepankan aspek SHEQ. Komitmen ini tidak akan berhenti, karena tidak ada alasan produksi apa pun yang dapat mengabaikan keselamatan dan mutu,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pencapaian ini bukan milik segelintir orang.
“Terima kasih kepada seluruh pekerja, mitra kerja, dan seluruh stakeholder yang terus mendukung program-program SHEQ. Prestasi ini adalah milik kita bersama,” tambahnya.
Di balik deretan penghargaan tersebut, ada misi yang lebih besar. Kesuksesan Badak LNG memberi bukti bahwa budaya kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan adalah fondasi penting untuk mendorong kemajuan industri nasional. Dengan standar SHEQ yang terus diperkuat, Badak LNG mengambil bagian dalam upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045—Indonesia yang unggul, aman, dan berdaya saing global.
Selama budaya keselamatan tetap dirawat, Badak LNG membuktikan satu hal penting: keselamatan bukanlah biaya, melainkan investasi bagi masa depan.












