Sentul, Jawa Barat, ruangenergi.com — SKK Migas menyampaikan kabar baik terkait dua capaian penting yang berhasil dirampungkan di sela-sela penyelenggaraan Rapat Koordinasi Dukungan Bisnis (Rakor Dukbis) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan bahwa telah dilakukan penandatanganan Plan of Development (POD) lapangan Ofaweri BP Tangguh. Penandatanganan ini disebut menjadi langkah strategis yang akan menambah cadangan gas dan meningkatkan produksi LNG Tangguh ke depan.

Selain itu, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan dokumen tanggung jawab pelestarian hutan mangrove sebagai bagian dari persyaratan pelepasan kawasan hutan seluas 662 hektare untuk pembangunan fasilitas produksi Onshore LNG (OLNG) Proyek Masela di Pulau Saumlaki, Maluku. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Presiden Direktur Inpex Masela dan Kepala SKK Migas di hadapan notaris.
Djoko menyampaikan bahwa kedua proses penandatanganan berjalan cepat karena seluruh dokumen telah melalui proses pembahasan panjang oleh tim SKK Migas, KKKS, serta kementerian dan lembaga terkait. Dokumen juga telah melalui koreksi dan verifikasi notaris.
Ia menambahkan bahwa Wakil Menteri ESDM turut memberikan dukungan dengan membantu penyusunan konsep surat hingga malam hari sebelum penandatanganan dilakukan.
“Terima kasih atas dukungan Menteri, Wakil Menteri, dan seluruh pihak yang terlibat,” ujar Djoko dalam laporannya, yang dibaca ruangenergi.com, Kamis (04/12/2025).
Penyelesaian dua agenda strategis ini menandai langkah signifikan dalam percepatan proyek migas nasional serta komitmen industri hulu migas terhadap keberlanjutan lingkungan.













