Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berlangsung khidmat namun penuh pesan menohok, Selasa (9/12/2025).
Dalam acara yang ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Komitmen Integritas tersebut, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, justru menyoroti sebuah detail kecil yang ia temukan saat berkunjung ke fasilitas kantor SKK Migas.
Setyo mengaku terkesan dengan sebuah stiker peringatan yang ditempel di dalam toilet. Pesan tersebut sederhana, namun dinilai memiliki makna pencegahan yang sangat kuat.
“Saya ke toilet SKK Migas, ada yang menggelitik tapi mengandung makna luar biasa: uang kantor, uang KKKS, uang teman, uang vendor, bukan uangmu. Ini pesan yang luar biasa,” ujar Setyo di hadapan manajemen dan pekerja SKK Migas.
Menurut Setyo, pengingat-pengingat visual yang sederhana seperti itu justru efektif menjadi alarm bagi setiap pekerja untuk menjauh dari godaan tindakan koruptif.
Kehadiran Ketua KPK di kantor SKK Migas bukan sekadar seremonial. Ia menjadi saksi langsung prosesi penandatanganan janji moral yang dilakukan oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, beserta seluruh jajaran pekerjanya.
Dalam pidatonya, Setyo menyinggung Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang saat ini masih tertahan di angka 37 dari 100. Angka ini menjadi “lampu kuning” bahwa praktik rasuah masih menjadi ancaman nyata. Ia menegaskan bahwa target besar pemerintah di sektor energi tidak akan tercapai jika mentalitas korup masih dipelihara.
“Itu artinya korupsi masih ada. Swasembada energi tidak akan ada tanpa swasembada integritas,” tegas Setyo.
Filosofi Jendela Pecah
Merespons arahan KPK, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menekankan pentingnya kewaspadaan dini terhadap potensi kecurangan. Ia mengibaratkan integritas institusi seperti menjaga sebuah bangunan agar tidak rusak, merujuk pada filosofi Broken Windows Theory.
“Momentum ini untuk memastikan bahwa tidak ada jendela yang pecah di SKK Migas. Dan kalaupun ada retakan kecil, kita perbaiki bersama sebelum menjadi kerusakan besar,” ujar Djoko.
Djoko menjelaskan bahwa tema peringatan tahun ini, “Satu Energi, Satu Integritas: Basmi Korupsi Demi Swasembada Energi”, bukan sekadar jargon. Deklarasi yang memuat delapan poin utama integritas tersebut adalah penegasan posisi SKK Migas.
Menurutnya, institusi hulu migas tidak boleh hanya fokus pada angka-angka produksi, lifting, atau proyek strategis semata. Lebih dari itu, cara mencapai angka tersebut harus melalui proses yang bersih.
“Integritas adalah energi yang menggerakkan setiap keputusan, setiap proses bisnis, dan setiap kebijakan yang kita ambil,” pungkas Djoko.
Penandatanganan deklarasi ini menjadi bentuk public commitment SKK Migas kepada bangsa untuk berdiri teguh sebagai institusi dengan tata kelola yang bersih, transparan, dan profesional demi mewujudkan kedaulatan energi nasional.













