Kilang Balongan

Dari Kilang ke Industri, KPI–Pertachem Siapkan Fondasi Indonesia Emas 2045

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Di tengah dorongan pemerintah mempercepat hilirisasi industri, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) kembali menegaskan keseriusannya di sektor petrokimia dengan memperpanjang kerja sama strategis bersama PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem).

Kerja sama jual beli produk petrokimia tersebut resmi diperpanjang melalui penandatanganan di Jakarta, Jumat (19/12), dengan dihadiri jajaran direksi kedua perusahaan. Bagi Pertamina Group, kolaborasi ini tak sekadar memperkuat bisnis internal, tetapi juga menjadi penggerak roda industri petrokimia dalam negeri.

Direktur Optimasi Feedstock & Produk KPI, Erwin Suryadi, menyebut kerja sama ini sebagai bukti nyata dukungan Pertamina terhadap program hilirisasi yang tengah digencarkan pemerintah.

“Kerja sama ini bukan hanya soal bisnis. Ini adalah bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ketahanan industri petrokimia nasional sekaligus mendukung agenda hilirisasi,” kata Erwin.

Menurutnya, sinergi KPI dan Pertachem akan menghadirkan efek berantai yang luas. Produk petrokimia yang dipasok KPI nantinya diolah kembali oleh industri menjadi beragam produk turunan, mulai dari kebutuhan manufaktur hingga barang konsumsi.

Proses ini dinilai mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing industri nasional, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor produk petrokimia. Dengan kata lain, manfaat hilirisasi tidak hanya dirasakan di tingkat korporasi, tetapi juga mengalir ke masyarakat.

Erwin menegaskan, rantai nilai hilirisasi Pertamina Group dirancang agar memberi dampak ekonomi yang berkelanjutan. Dalam jangka panjang, langkah ini diyakini berkontribusi pada terwujudnya visi Indonesia Emas 2045, dengan industri sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi.

“Ekonomi yang kuat selalu ditopang industri yang kokoh. Produk kilang dan turunannya akan menjadi penggerak ekonomi. Dari sinilah kami berharap Generasi Emas Indonesia 2045 bisa terwujud,” ujarnya.

Aji Danardono selaku VP Commercial & Sales PT KPI menjelaskan, industri petrokimia memiliki peluang yang besar di Indonesia. Salah satunya karena industri tersebut juga dapat menopang sektor renewable energy. Dengan fondasi yang kuat ini, Aji berharap, kerja sama KPI dan Pertachem menjadi motor penggerak industri petrokimia nasional.

“Sinergitas dan kolaborasi di dalam ekosistem Pertamina menjadi kunci, karena tujuan kita adalah agar produk-produk kita bisa terserap oleh Industri sehingga hasilnya bisa memberikan manfaat pada masyarakat,” jelas Aji.

Kerja sama KPI dan Pertachem sendiri telah terjalin sejak 2021. Kini, kolaborasi tersebut diperkuat melalui penandatanganan tiga perjanjian penting, meliputi perpanjangan jual beli produk aromatik, olefin, dan resin polytam, serta perjanjian baru untuk penjualan produk special chemical.

Dengan potensi industri petrokimia yang besar di Indonesia—termasuk perannya dalam menopang sektor hulu migas—Erwin optimistis sinergi KPI dan Pertachem dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan industri petrokimia nasional.

“Kolaborasi di ekosistem Pertamina adalah kunci. Tujuan akhirnya sederhana, agar produk kita terserap industri dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Erwin.