Merawat Hulu, Menjaga Hilir: Kolaborasi Hijau PEP Sukowati dan SKK Migas Demi Bojonegoro Bebas Bencana

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Bojonegoro, Jawa Timur, ruangenergi.com-Udara sejuk di jalur pendakian Gunung Pandan, Kecamatan Gondang, menjadi saksi bisu sebuah ikhtiar besar pada Jumat (19/12/2025). Di sana, bukan sekadar bibit pohon yang ditanam ke dalam rahim bumi, melainkan sebuah harapan agar alam Bojonegoro tetap lestari dan bersahabat bagi anak cucu kelak.

Pagi itu, semangat gotong royong terasa begitu kental. Pertamina EP Sukowati Field (PEP Sukowati), bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional 4 Zona 11, bersama SKK Migas, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Perhutani, dan masyarakat setempat menyatukan langkah dalam tajuk Pertamina Green Action 2025. Sebanyak 4.200 pohon ditanam, sebuah langkah nyata untuk memeluk kembali alam yang selama ini telah memberi kehidupan.

Field Manager PEP Sukowati, Arif Rahman Hakim, menatap hamparan lahan dengan optimisme. Baginya, kegiatan ini melampaui sekadar tanggung jawab perusahaan; ini adalah panggilan hati untuk merawat rumah bersama.

“Melalui penanaman pohon ini, maka kita melakukan upaya jaga air dan jaga tanah,” ungkap Arif dengan nada bersungguh-sungguh.

Ia menegaskan bahwa setiap akar yang menancap hari ini adalah investasi jangka panjang untuk ketersediaan air bersih dan kestabilan tanah. Arif juga mengapresiasi kehadiran Bupati Bojonegoro yang turut mengotori tangan dengan tanah demi menanam harapan bersama. “Kami berharap penanaman yang kita lakukan hari ini dapat dirasakan dampak positifnya oleh masyarakat luas,” tambahnya.

Mitigasi untuk Kehidupan yang Lebih Aman

Di sisi lain, perwakilan SKK Migas Jabanusa, Cindy Cinthya Koeshardini, melihat kegiatan ini dari kacamata kemanusiaan yang lebih luas. Penanaman pohon di hulu bukan hanya soal estetika hijau, melainkan benteng pertahanan bagi keselamatan warga.

“Melalui kegiatan ini, SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berkomitmen dalam konservasi alam dan reboisasi hutan, sekaligus bentuk mitigasi bencana alam di Kabupaten Bojonegoro,” tutur Cindy. Ia menekankan bahwa kualitas hidup manusia sangat bergantung pada keberlangsungan sumber daya alam dan mata air yang harus terus dijaga.

Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono, menyambut hangat sinergi ini. Dalam sambutannya, terselip rasa haru dan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh industri hulu migas terhadap tanah kelahirannya.

“Terima kasih atas kontribusi dan sinergi yang diarahkan untuk lingkungan, tak lepas juga dari dukungan SKK Migas,” ujar Bupati.

Lebih jauh, Bupati Setyo menaruh harapan besar agar inisiatif pelestarian ini tidak berhenti di sini. Bayang-bayang bencana banjir bandang yang kerap mengintai Kecamatan Gondang menjadi alasan kuat mengapa pohon-pohon ini harus tumbuh subur. Dengan menjaga daerah tangkapan air di hulu, masyarakat di hilir pun dapat tidur lebih nyenyak, terbebas dari ancaman bencana.

Pertamina Green Action 2025 di Gunung Pandan hari itu menjadi bukti bahwa ketika industri, pemerintah, dan masyarakat bergandengan tangan, alam akan kembali tersenyum. Sinergi ini adalah janji untuk mewujudkan Bojonegoro yang tidak hanya kaya akan sumber daya energi, tetapi juga kaya akan air, udara bersih, dan kehidupan yang aman bagi semua.