Pertamina Gelontorkan Hibah Teknologi Rp 900 Juta, 100 UMKM Siap “Melesat” Naik Kelas

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com-Kabar segar datang bagi para pejuang Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di awal tahun ini. PT Pertamina (Persero) melalui program andalannya, Pertamina UMK Academy, resmi menyalurkan hibah teknologi tepat guna senilai total Rp 900 juta.

Langkah strategis ini bukan sekadar bantuan biasa, melainkan “suntikan amunisi” berupa alat produksi canggih untuk 100 pelaku UMK terpilih—terdiri dari 25 Champion dan 75 Nominator—agar bisnis mereka makin kompetitif dan mandiri.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhamad Baron, menegaskan bahwa program ini adalah bukti nyata dukungan Pertamina terhadap agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita Pemerintah poin ke-3 yang fokus pada penciptaan lapangan kerja dan pengembangan industri kreatif.

“Melalui pelatihan, pendampingan, dan hibah alat produksi yang tepat guna, kami berharap UMKM binaan dapat tumbuh lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Baron di Jakarta, Selasa (20/1).

Dari total dana hibah, sebanyak Rp 555 juta sudah direalisasikan, sementara sisanya akan tuntas disalurkan bulan Januari ini. Bantuan ini disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing pengusaha untuk mendongkrak efisiensi dan kualitas produk.

Dampak nyata program ini langsung dirasakan oleh Melani Septina, pemilik jenama sepatu lokal NOBF asal Mojokerto. Bagi Melani, bantuan ini adalah jawaban atas kendala produksi yang selama ini ia hadapi.

Melani menerima paket lengkap berupa mesin jahit, mesin seset, mesin press, hingga mesin gauge. Alat-alat ini memungkinkannya membuat sampel produk lebih cepat dan presisi.

“Terima kasih kepada Pertamina. Dengan dukungan alat produksi dan pembekalan bisnis, kami kini dapat mengembangkan produk dengan lebih optimal, bahkan sudah memiliki workshop dan mini store,” ungkap Melani antusias.

Tak ingin maju sendirian, Melani kini bahkan membuka peluang kolaborasi dengan pengrajin sepatu lain di Mojokerto untuk tumbuh.

Selain alat “tempur”, para peserta juga dibekali ilmu bisnis dan akses pameran yang difasilitasi Pertamina. Hal ini membuka jalan bagi produk lokal untuk memperluas pasar dan memperkuat branding.

Pertamina berharap sinergi ini terus berlanjut demi mencetak UMKM yang tak hanya jago kandang, tapi juga siap berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional dan target Net Zero Emission 2060.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.