Dirjen Migas Soroti 11 Kasus Fatality, Minta Pertamina Evaluasi Pihak Ketiga

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman menyoroti catatan keselamatan kerja sepanjang tahun lalu. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, Pertamina mengalami sejumlah kejadian fatal (fatality), yakni 7 kasus di sektor hulu dan 4 kasus di sektor hilir migas. Berdasarkan evaluasi, insiden tersebut paling banyak disebabkan oleh keterlibatan pihak ketiga.

“Oleh karena itu, Pertamina agar dapat melakukan review terhadap kejadian tersebut sekaligus memeriksa kembali ketentuan-ketentuan yang mengatur kerja sama antara Pertamina dengan pihak ketiga,” ujar Laode, dikutip dari website MIGAS.

Laode menegaskan bahwa aspek keselamatan merupakan fondasi utama yang tidak dapat ditawar dalam operasional migas. Menurutnya, target-target produksi dan bisnis lainnya hanya dapat dicapai secara optimal jika situasi keselamatan terkendali.

“Keselamatan atau HSSE ini adalah baseline kita di subsektor Migas. Kita bisa memikirkan target-target lain yang kita capai ketika ini berada di dalam situasi yang terkendali dan berjalan dengan baik. Tapi manakala ini ada terganggu, maka kita akan terkendala juga untuk mencapai target-target yang lainnya,” tegasnya.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Laode saat membuka kegiatan diskusi Forum HSSE bersama PT Pertamina (Persero) beserta Sub Holding Hulu dan Hilir Migas di Gedung Ibnu Sutowo, Senin (19/01). Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2026.

Dalam forum yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” tersebut, Laode menjabarkan pentingnya profesionalisme berbasis kompetensi dan keberanian untuk menolak praktik kerja yang tidak aman. Ia juga menekankan aspek kolaboratif, di mana pemerintah, manajemen, dan pekerja harus saling berbagi praktik terbaik demi membangun kepercayaan.

Menutup arahannya, Laode berharap forum ini menjadi momentum perbaikan sistem agar kejadian di tahun 2025 menjadi pelajaran berharga (lesson learned) untuk perbaikan di tahun 2026.

“Hal-hal baik yang sudah dicapai di tahun 2025 mohon dipertahankan. Kemudian terjadinya beberapa kejadian yang tidak diharapkan di tahun 2025 untuk menjadi pelajaran buat kita semua, sehingga tahun 2026 ini kita bisa berjalan lebih baik dan lebih terkendali,” pungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Komitmen Keselamatan Migas oleh Dirjen Migas, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad, serta diikuti oleh seluruh peserta Forum HSSE.