Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menghadiri langsung penandatanganan Akta Merger dan Spin Off tiga anak usaha strategis Pertamina, yakni PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), PT Pertamina International Shipping (PIS), dan PT Pertamina Patra Niaga (PPN), Jumat (30/1/2026).
Informasi yang diterima ruangenergi.com, prosesi penandatanganan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi tonggak penting dalam langkah integrasi dan penguatan bisnis energi nasional, sejalan dengan agenda transformasi korporasi Pertamina menuju perusahaan energi kelas dunia.
Penandatanganan akta dilakukan antara pemegang saham PT Pertamina (Persero), yakni Danantara Indonesia dan BP BUMN, serta ditindaklanjuti dengan penandatanganan akta korporasi oleh manajemen masing-masing entitas.
Untuk skema merger, penandatanganan dilakukan oleh dua Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga dan PT Kilang Pertamina Internasional. Sementara untuk skema spin off, akta ditandatangani oleh sepuluh Direktur SPV di bawah PT Pertamina International Shipping.
Seluruh rangkaian penandatanganan tersebut disaksikan jajaran direksi dan manajemen senior Pertamina Group. Simon Aloysius Mantiri tampak hadir dan memberikan perhatian penuh pada setiap tahapan proses penandatanganan sebagai bentuk komitmen manajemen puncak terhadap transformasi struktur bisnis perusahaan.
Langkah merger dan spin off ini diyakini akan memperjelas fokus bisnis masing-masing entitas. Kilang Pertamina Internasional akan semakin terkonsentrasi pada penguatan sektor pengolahan dan kilang, Pertamina International Shipping memperkuat peran di lini logistik dan pelayaran energi global, sementara Pertamina Patra Niaga diposisikan sebagai ujung tombak bisnis hilir dan niaga energi nasional.
Sejalan dengan langkah strategis tersebut, Pertamina juga akan mengumumkan secara resmi pembentukan Subholding Downstream (SHD) PT Pertamina Patra Niaga pada 1 Februari 2026. Pada kesempatan yang sama, Pertamina dijadwalkan mengumumkan susunan Board of Directors (BOD) Subholding Downstream yang akan memimpin dan mengakselerasi transformasi bisnis hilir Pertamina ke depan.
Pembentukan SHD ini diharapkan mampu mendorong efisiensi operasional, penguatan tata kelola, serta peningkatan daya saing bisnis downstream, mulai dari niaga BBM, LPG, petrokimia hingga pengembangan produk energi baru dan rendah karbon.
Penandatanganan akta merger dan spin off ini sekaligus menandai babak baru restrukturisasi anak usaha Pertamina, di tengah tantangan dan peluang industri energi global yang terus berkembang.












