Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Indonesia adalah rumah besar kita. Sebuah rumah yang dianugerahi kelengkapan luar biasa. Dari perut buminya tersimpan kekayaan migas, mineral, dan energi. Di permukaannya terbentang sumber daya nonmigas: hutan, laut, pangan, serta manusia-manusia tangguh yang menjadi penghuninya. Rumah ini tidak pernah miskin, yang sering keliru hanyalah cara kita mengelolanya.
Rumah yang baik semestinya dirawat, bukan dirusak. Dijaga, bukan diperlakukan semena-mena. Sayangnya, tak jarang rumah bernama Indonesia ini dijejali aturan yang tumpang tindih, kebijakan yang berubah-ubah, bahkan regulasi yang lahir tanpa kejelasan arah. Aturan yang seharusnya memberi rasa aman, justru menjadi beban. Alih-alih menenteramkan, malah membuat penghuni tak betah berlama-lama tinggal.
Penghuni rumah ini—pelaku usaha, investor, pekerja, hingga generasi muda—hanya ingin satu hal sederhana: kepastian. Kepastian hukum, kepastian berusaha, kepastian bahwa jerih payah mereka dihargai dan dilindungi. Ketika kepastian itu tak kunjung hadir, jangan heran jika mereka melirik rumah tetangga. Di sana mungkin aturannya lebih sederhana, iklimnya lebih ramah, dan masa depannya terasa lebih jelas.
Salah kebijakan dan gonta-ganti peraturan bukan perkara sepele. Ia menjadi penentu: apakah rumah ini tetap hangat dan layak dihuni, atau perlahan ditinggalkan penghuninya. Negara tidak kekurangan potensi, yang dibutuhkan adalah konsistensi, kebijaksanaan, dan keberanian untuk menata ulang dengan akal sehat.
Indonesia adalah rumah kita satu-satunya. Rumah ini terlalu berharga untuk dipertaruhkan oleh ego sektoral dan kebijakan yang tak berpijak pada kepentingan jangka panjang. Mari jaga negeri ini dengan pikiran jernih dan hati yang berpihak pada masa depan.
Karena rumah boleh sederhana, tapi harus membuat penghuninya betah.
Karena negeri ini milik bersama.
Dan karena Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati. 🇮🇩
Godang Sitompul, Pemimpin Redaksi












