Wow! Peminat Joint dengan ENI di Indonesia Bidik Proyek-Proyek Lepas Pantai

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com- Perusahaan energi asal Italia, ENI, tampaknya sedang berada di posisi tawar yang sangat kuat. Informasi yang dihimpun RuangEnergi.com menyebutkan, meski ENI secara terbuka menyatakan tengah mencari mitra strategis, kenyataannya justru banyak perusahaan yang antre ingin bergabung ke proyek-proyek migas raksasa yang mereka kembangkan di Indonesia.

Situasi ini membuat ENI tak perlu terburu-buru. Alih-alih agresif mencari partner, perusahaan pelat merah Italia itu justru disebut “jual mahal” dalam proses negosiasi. Alhasil, pembicaraan dengan calon mitra berjalan alot dan penuh perhitungan.

Sumber RuangEnergi.com mengungkapkan, daya tarik utama proyek ENI terletak pada skala cadangan, potensi produksi jangka panjang, serta prospek keekonomian yang menjanjikan. Tak heran jika pemain migas global—baik major maupun NOC—berlomba-lomba ingin ikut mencicipi peluang tersebut.

“Secara formal ENI bilang cari partner, tapi di belakang layar justru banyak yang datang menawarkan diri,” ungkap sumber yang memahami dinamika negosiasi tersebut.

Kondisi ini membalikkan pola umum di industri hulu migas, di mana pemilik wilayah kerja biasanya harus aktif merayu investor. Dalam kasus ENI, justru calon mitra yang harus meyakinkan ENI bahwa mereka layak diajak berbagi proyek.

Negosiasi yang berjalan alot bukan semata soal valuasi participating interest. ENI disebut sangat selektif dalam memilih partner, mulai dari kapabilitas teknis, kekuatan finansial, hingga keselarasan strategi jangka panjang.

ENI juga diyakini ingin memastikan bahwa mitra yang masuk bukan sekadar “penumpang modal”, tetapi mampu berkontribusi nyata dalam pengembangan lapangan yang kompleks dan berisiko tinggi.

“ENI ini bukan cuma jual PI, mereka jual masa depan proyek. Jadi wajar kalau seleksinya ketat,” kata sumber tersebut.

Fenomena ini sekaligus menjadi sinyal bahwa proyek migas Indonesia masih sangat seksi di mata investor global, terutama untuk temuan-temuan besar dan pengembangan deepwater. Ketika iklim investasi tepat dan cadangan terbukti menjanjikan, persaingan justru terjadi di sisi investor, bukan pemilik aset.

Kini, bola ada di tangan ENI. Dengan banyaknya peminat dan posisi tawar yang kuat, perusahaan ini bisa memilih partner terbaik—meski konsekuensinya, proses negosiasi dipastikan tidak akan singkat.