Jakarta Selatan, Jakarta, ruangenergi.com-Komposisi kepemilikan saham PT Indonesia Battery Corporation (IBC) resmi berubah. PT PLN (Persero) kini hanya menggenggam 7,5% saham, turun tajam dari porsi awal sebesar 25%. Penyusutan ini sekaligus mengukuhkan Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID sebagai pemegang saham pengendali IBC.
Perubahan tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama manajemen IBC dan para mitra strategis, Senin (2/2/2026). Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menegaskan bahwa penyusutan saham PLN terjadi karena BUMN kelistrikan itu memilih untuk tidak lagi menambah setoran modal atau chip-in pada proyek IBC.
“Per hari ini, PLN sudah menyatakan bahwa mereka mundur dari proyek IBC dengan cara tidak akan melakukan chip-in lagi. Jadi setiap ada penambahan modal, mereka tidak ikut. Akibatnya sahamnya terdelusi. Dulu 25%, sekarang tinggal 7,5%,” ujar Bambang dalam forum resmi tersebut.
Dengan langkah itu, struktur kepemilikan IBC kini didominasi MIND ID sebesar 67,5%, yang terdiri dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) 33,75% dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) 33,75%. Sementara PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina New & Renewable Energy tetap mempertahankan kepemilikan 25%.
Bambang menilai, dengan dominasi saham tersebut, MIND ID seharusnya tampil lebih aktif dalam mengarahkan strategi perusahaan agar IBC bisa bergerak lebih gesit di tengah ketatnya persaingan industri baterai global.
“Harapan kami, supaya IBC lebih lincah, MIND ID harus mengoordinir sebagai pemegang saham pengendali. Karena secara faktual kepemilikannya sudah di atas 60%,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif membenarkan adanya perubahan struktur modal tersebut. Namun ia menegaskan bahwa keputusan pengurangan porsi saham PLN sepenuhnya merupakan kewenangan para pemegang saham.
“Masih ada saham PLN, sekarang 7,5%. Kalau alasan pengurangannya, sebaiknya ditanyakan langsung ke para pemegang saham. Saya hanya penerima mandat,” ujar Aditya singkat.
Perubahan peta kepemilikan ini menandai babak baru perjalanan IBC sebagai tulang punggung ambisi Indonesia di industri baterai kendaraan listrik, dengan MIND ID kini memegang kemudi utama arah pengembangannya.












