Bogor, ruangenergi.com — Untuk menekan angka kecelakaan kerja di industri, terutama sektor ketenagalistrikan, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Institut Teknologi PLN (ITPLN) memberikan edukasi dan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) listrik dasar sejak dini kepada siswa SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis, 4 Desember 2025 lalu.
Kegiatan bertajuk “Implementasi K3 Listrik Dasar pada SMK Negeri 1 Cileungsi–Bogor untuk Menunjang Instalasi Listrik Bangunan Sederhana Berbasis Keselamatan” tersebut digelar untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran K3 listrik di lingkungan sekolah.
Ketua tim PKM ITPLN, Ir. Dwi Listiawati, MT., IPM., ASEAN.Eng, mengatakan pemahaman K3 listrik di kalangan siswa SMK masih didominasi teori dan belum sepenuhnya diterapkan dalam praktik.
“Padahal siswa SMK, khususnya jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik, sangat rentan mengalami kecelakaan kerja jika aspek keselamatan diabaikan. Melalui pelatihan ini, kami ingin membentuk budaya kerja aman sejak di bangku sekolah,” ujar Dwi Listiawati, yang juga Dosen Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan ITPLN saat berbincang, Selasa, 3 Februari 2026.
Kegiatan PKM ini melibatkan dua anggota tim PKM lain, yakni Nur Al Anshari Munir, ST., MT. dan Ir. Suharto, M.T., IPU, dengan sasaran utama siswa SMKN 1 Cileungsi dan dukungan guru pendamping praktik.
Pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian materi K3 listrik dasar, demonstrasi prosedur kerja aman, penggunaan alat pelindung diri (APD), hingga pendampingan praktik instalasi listrik satu fasa untuk bangunan sederhana. Seluruh rangkaian dilakukan secara partisipatif dan aplikatif agar siswa terbiasa menerapkan standar keselamatan di lapangan.
Dengan adanya PKM ini, diharapkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan kesadaran siswa terhadap potensi bahaya listrik, seperti sengatan listrik, hubungan arus pendek, hingga risiko kebakaran. Siswa juga mulai disiplin memeriksa peralatan, memastikan sumber listrik aman, serta menggunakan APD sesuai prosedur.
“Perubahan sikap ini penting. K3 bukan sekadar pengetahuan, tetapi harus menjadi kebiasaan dan budaya kerja,” kata Dwi.
Selain meningkatkan keselamatan selama praktik, penerapan prosedur kerja aman juga berdampak pada kualitas pekerjaan siswa. Kesalahan yang berpotensi membahayakan dapat diminimalkan, sementara proses kerja menjadi lebih terstruktur.
Secara keseluruhan, kegiatan PKM ITPLN dinilai berhasil mencapai tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran K3 listrik di lingkungan sekolah. Materi yang diberikan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar pendukung pembelajaran praktik ke depan. Setiap program PKM ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.
Ke depan, tim PKM berharap penerapan K3 listrik sejak dini mampu mempersiapkan lulusan SMK agar lebih siap menghadapi tuntutan dunia kerja sekaligus menekan angka kecelakaan kerja di sektor ketenagalistrikan.













