Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar baik datang dari sektor hulu migas nasional. SKK Migas berhasil mengoptimalkan penempatan Dana Abandonment and Site Restoration (ASR) dengan menghasilkan tambahan pendapatan sekitar USD 10 juta hingga akhir 2025.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan capaian tersebut kepada Menteri dan Wakil Menteri pada Rabu, 4 Februari 2025. Optimalisasi ini merupakan tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar dana ASR yang tersimpan di perbankan nasional dapat dimaksimalkan manfaatnya.
Dana ASR yang nilainya mencapai sekitar USD 3,3 miliar saat ini tersimpan dalam rekening bersama antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan SKK Migas di lima bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BSI dan BTN.
Melalui proses negosiasi intensif, SKK Migas berhasil menyepakati skema baru penempatan dana dengan tarif jasa giro yang lebih kompetitif. Skema sebelumnya yang berbasis variasi SOFR kini disederhanakan menjadi satu tarif tunggal, yakni LPS + 0,75%, dari sebelumnya hanya LPS – 0,1%.
Pada Senin, 3 Februari 2026, amandemen perjanjian rekening bersama (PRB) Dana ASR resmi ditandatangani antara pimpinan tertinggi KKKS, jajaran direksi Bank Himbara, dan Kepala SKK Migas.
Sebanyak 80 dokumen amandemen telah disusun, dengan 73 dokumen di antaranya sudah ditandatangani secara sirkuler, menandai kemajuan signifikan dalam tata kelola dana pemulihan lingkungan pasca-operasi migas.
Potensi Bertambah di 2026
SKK Migas memperkirakan peningkatan jasa giro tersebut akan terus bertambah pada 2026, seiring meningkatnya setoran dana cadangan ASR dari KKKS. Untuk menjaga optimalisasi berkelanjutan, dalam waktu dekat akan dibentuk tim bersama SKK Migas dan KKKS guna mengevaluasi serta merekomendasikan penyesuaian suku bunga sesuai dinamika sektor keuangan.
Langkah ini dinilai sebagai contoh konkret pengelolaan dana publik yang lebih produktif, sekaligus memperkuat komitmen industri hulu migas terhadap kewajiban pemulihan lingkungan.
“Terima kasih atas perhatian dan dukungan Bapak Menteri dan seluruh pihak,” tutup Djoko Siswanto dalam laporannya.












