Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Pada akhir tahun 2026, Indonesia ditargetkan tidak lagi mengimpor solar. Optimisme ini muncul seiring implementasi mandatori biodiesel serta mulai beroperasinya peningkatan kapasitas kilang melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang telah diresmikan Presiden. Dengan kombinasi kebijakan energi dan penguatan infrastruktur kilang, Indonesia diproyeksikan mengalami surplus produksi solar nasional.
Proyek RDMP Balikpapan sendiri merupakan ekspansi besar kilang yang dirancang untuk meningkatkan kualitas sekaligus volume pengolahan minyak mentah hingga 100.000 barel per hari. Dari sisi output, proyek ini menambah total produksi sebesar 8,24 juta kiloliter per tahun, yang terdiri dari tambahan gasoline 5,80 juta KL per tahun, diesel 1,80 juta KL per tahun, serta avtur sekitar 640 ribu KL per tahun.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menilai beroperasinya proyek raksasa ini sebagai tonggak penting transformasi energi nasional. Menurutnya, mulai 2026 Indonesia diproyeksikan tidak lagi mengimpor solar, khususnya Solar CN48. Lebih jauh, proyek ini menjadi bagian dari strategi besar menuju kedaulatan energi, di mana Indonesia ke depan diharapkan hanya mengimpor minyak mentah (crude oil), sementara produk BBM akan diproduksi sepenuhnya di dalam negeri.
Dampak proyek ini tidak hanya terasa pada sektor energi, tetapi juga pada ekonomi makro nasional. Penurunan impor BBM diperkirakan mampu menghemat devisa hingga Rp68 triliun per tahun. Selain itu, proyek ini juga membuka peluang penyerapan ribuan tenaga kerja lokal, memperkuat dampak sosial ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menambahkan bahwa RDMP Balikpapan memiliki efek berganda (multiplier effect) yang signifikan. Selain meningkatkan kapasitas produksi nasional, proyek ini mendorong pertumbuhan ekonomi melalui aktivitas industri turunan, jasa pendukung, hingga penguatan rantai pasok energi domestik.
Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan dan dukungan kebijakan biodiesel nasional, Indonesia semakin dekat pada target swasembada BBM sekaligus memperkuat fondasi ketahanan dan kedaulatan energi nasional di masa depan.

