Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dikabarkan akan membuka lelang 10 wilayah kerja (WK) migas dalam Indonesia Bid Round 2026, sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan investasi eksplorasi dan menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.
Informasi yang diterima ruangenergi.com, ada sepuluh blok yang disiapkan untuk dilelang meliputi :Puri, Rupat, South Matindok, Karapan Baru, Bengara II, Lao Lao, Pesut Mahakam, Maratua 2, South Mahakam, dan Rombebai.
Seiring persiapan lelang tersebut, pemerintah melalui Lemigas membuka Open Data Room (ODR) untuk 10 wilayah kerja tersebut di kantor Lemigas, Jakarta, pada 3–28 Februari 2026, setiap hari kerja pukul 09.00–16.00 WIB. ODR ini memberikan akses kepada calon investor untuk mempelajari data geologi, geofisika, dan reservoir sebelum proses bidding resmi dimulai.
Ruangenergi.com memperoleh materi kajian tertulis untuk masing-masing blok, termasuk dokumen teknis terkait Blok Rupat, yang menjadi salah satu area yang dinilai memiliki potensi eksplorasi menarik. Bahan kajian ini dilakukan oleh: Ditjen Migas BBPMGB LEMIGAS dan BADAN GEOLOGI PUSAT SURVEI GEOLOGI.
Blok Rupat Berada di Segmen Utara Central Sumatra Basin
Berdasarkan dokumen kajian teknis, area Rupat secara geografis berada di barat laut Pulau Rupat dan di utara Pulau Sumatra. Area studi mencakup wilayah darat dan laut yang memanjang hingga Selat Malaka. Secara geologi, wilayah ini termasuk dalam segmen utara Cekungan Sumatra Tengah (Central Sumatra Basin).
Pada 2025, wilayah Rupat ditetapkan sebagai bagian dari Joint Study Area untuk mengevaluasi potensi hidrokarbon secara menyeluruh melalui pendekatan studi terpadu geologi, geofisika, dan sistem petroleum.
Wilayah Rupat memiliki rekam jejak eksplorasi sejak awal perkembangan industri migas modern di Indonesia. Pengeboran sumur eksplorasi telah dilakukan sejak 1940 oleh SOCAL, kemudian dilanjutkan oleh Caltex Pacific Indonesia pada periode 1959–1978.
Pada 1980-an, Mobil Oil dan ESSO melakukan pemboran lanjutan, namun belum menghasilkan penemuan hidrokarbon komersial. Studi lanjutan kemudian dilakukan kembali pada periode 2015 hingga 2021 oleh berbagai pihak, termasuk Pertamina Hulu Rokan, Lemigas, dan institusi akademik, yang menunjukkan indikasi potensi sistem petroleum masih prospektif.
Dokumen kajian menunjukkan bahwa area Rupat memiliki basis data subsurface yang cukup kuat, yang menjadi salah satu daya tarik bagi investor eksplorasi. Data sumur yang tersedia antara lain: Data checkshot dari sekitar 15 sumur. Final well report dari sekitar 11 sumur. Data biostratigrafi tersedia pada beberapa sumur. Data geokimia tersedia pada beberapa sumur Data-data tersebut digunakan sebagai dasar interpretasi geologi, geofisika, dan petrofisika dalam evaluasi potensi hidrokarbon.
Selain itu, area Rupat juga didukung data seismik yang cukup luas, dengan total sekitar 651 lintasan seismik 2D yang berasal dari berbagai periode akuisisi sejak akhir 1960-an hingga 1980-an. Data ini memberikan gambaran struktur geologi, konfigurasi stratigrafi, serta elemen sistem petroleum di wilayah tersebut.
Meski memiliki volume data yang besar, sebagian data seismik berasal dari vintage lama sehingga memerlukan proses reprocessing, conditioning, dan integrasi ulang untuk meningkatkan kualitas interpretasi subsurface.
Namun, keberadaan data historis dalam jumlah besar juga membuka peluang reinterpretasi menggunakan teknologi pengolahan data modern.
Rencana lelang 10 blok migas dalam Indonesia Bid Round 2026 menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong penemuan cadangan baru, di tengah tren penurunan alami produksi lapangan mature.
Pemerintah menargetkan peningkatan aktivitas eksplorasi melalui pembukaan wilayah kerja baru yang memiliki kombinasi potensi geologi dan ketersediaan data awal yang memadai.
Blok Rupat diperkirakan akan menarik perhatian investor yang fokus pada eksplorasi berbasis reinterpretasi data historis, mengingat posisinya berada di sistem petroleum yang telah terbukti produktif di wilayah Central Sumatra Basin. Keberhasilan eksplorasi di wilayah ini berpotensi membuka peluang pengembangan area baru di bagian utara cekungan tersebut.
Setelah periode Open Data Room selesai pada akhir Februari 2026, pemerintah diperkirakan akan melanjutkan tahapan Indonesia Bid Round 2026 menuju proses penawaran resmi wilayah kerja migas.
Hasil lelang tersebut diharapkan dapat memperkuat portofolio eksplorasi migas nasional serta mendukung target ketahanan energi jangka panjang Indonesia.

