SKK Migas Cetak Sejarah! Lifting Minyak 2025 Tembus Target, Industri Hulu Migas Sinyal Comeback

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Industri hulu migas nasional akhirnya menunjukkan titik balik. SKK Migas melaporkan lifting minyak 2025 berhasil melampaui target APBN, menjadi kenaikan produksi pertama dalam sembilan tahun terakhir.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan capaian tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (11/2/2026).

“Ini momentum penting bagi kebangkitan sektor hulu migas nasional setelah tren penurunan panjang,” tegas Djoko dalam paparannya.

SKK Migas mencatat lifting minyak bumi 2025 mencapai rata-rata 605,3 MBOPD atau 100,05% dari target APBN. Sementara lifting gas bumi mencapai rata-rata 951,8 MBOEPD sepanjang tahun 2025.

Capaian ini didorong optimalisasi lapangan eksisting, percepatan proyek onstream, serta peningkatan aktivitas pemboran dan workover.

Untuk menjaga momentum produksi, SKK Migas meluncurkan program akselerasi Triple 100 pada 2026 dengan strategi menutup gap antara rencana teknis dan target nasional melalui optimalisasi unspent budget.

Fokus utama program: 100 sumur eksplorasi (realisasi rencana teknis baru sekitar 39%).100 multi-stage fracturing (rencana teknis sekitar 17%).100 sumur pengembangan tambahan

Program ini ditargetkan memperkuat produksi jangka pendek sekaligus membuka potensi cadangan baru.

Pada 2026, SKK Migas menargetkan 8 proyek migas baru onstream dengan total investasi fasilitas produksi sekitar US$ 478 juta. Salah satu proyek kunci adalah pengembangan OO-OX ONWJ dengan target onstream Q1 2026, menambah produksi sekitar: 2.996 BCPD kondensat. 21,3 MMSCFD gas

Sementara proyek raksasa LNG Abadi Masela mulai masuk tahap ground-breaking dengan nilai investasi sekitar US$ 20,9 miliar.

Total investasi PSN migas yang berjalan saat ini mencapai US$ 45,82 miliar atau sekitar Rp756 triliun.

Implementasi Permen ESDM No. 14/2025 menjadi fokus lain SKK Migas. Hingga Oktober 2025, tercatat 45.095 sumur masyarakat, dengan konsentrasi terbesar di: Sumatera Selatan: 26.300 sumur. Jambi: 11.509 sumur

SKK Migas meminta dukungan lintas sektor, terutama terkait persetujuan lingkungan, penertiban illegal refinery, serta penanganan sumur di kawasan hutan konservasi.

Indonesia juga akan menjadi tuan rumah IPA Convention & Exhibition ke-50 pada 20–22 Mei 2026 di ICE BSD City. Ajang ini diharapkan menjadi magnet investasi baru sektor hulu migas.