Sumur TMB-026 Berbuah Manis, SKK Migas Laporkan Produksi Awal 808 BOPD dari Struktur Tanjung Miring Barat

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas nasional. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan keberhasilan pengeboran sumur pengembangan TMB-026 milik Pertamina EP Asset 2 Region 1 Zona 4 yang mencatat hasil uji produksi awal mencapai 808 barel minyak per hari (BOPD).

Sumur ini dibor sejak 22 Januari 2026 dan dinyatakan selesai sesuai target operasional. Uji produksi yang dilakukan pada 16 Februari 2026 menunjukkan performa menjanjikan dari dua lapisan produktif, yakni TAF-G (1524–1528 mMD) dan TAF-K1 (1574–1577 mMD).

“Alhamdulillah.Pertamina EP Asset 2 Region 1 Zona 4 telah melakukan pengeboran sumur pengembangan TMB-026 pada tgl 22 Januari 2026 dan telah dinyatakan selesai ; kemudian tgl 16 Februari 2026 dilakukan uji produksi pada lapisan TAF-G (interval 1524 – 1528 mMD) & lapisan TAF-K1 (interval 1574 – 1577 mMD) dengan hasil sementara dapat mencapai initial produksi 808 BOPD. angka 8 sering dianggap sebagai angka keberuntungan dikalangan tertentu dan angka 08 adalah angka yang sering disebut di era Pemerintahan saat ini, Insya Allah menjadi tanda tanda keberkahan , terutama dibulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Aamiin YRA,” kata Djoko Siswanto dalam laporannya, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Secara geografis, pengeboran dilakukan pada struktur batuan Tanjung Miring Barat, sekitar 20 kilometer tenggara Kota Prabumulih, Sumatra Selatan. Target utama sumur adalah lapisan TAF-A3, dengan target tambahan TAF-D1 sebagai potensi cadangan lanjutan.

Dari sisi teknis, sumur TMB-026 merupakan sumur directional Type-S yang dibor menggunakan Rig PDSI#25.2/LTO750-M (750 HP) hingga kedalaman akhir 1665,5 meter measured depth dengan konfigurasi tiga trayek. Total waktu pengeboran hingga fase uji produksi tercatat 26 hari, lebih cepat satu hari dari rencana 27 hari.

Efisiensi juga terlihat dari sisi biaya. Realisasi pengeluaran tercatat USD 3,93 juta, atau sekitar 83,66% dari AFE original yang disetujui SKK Migas untuk program tiga trayek.

Tahap berikutnya, operator akan melanjutkan uji produksi untuk menentukan laju alir optimum. Strategi ini penting agar reservoir tidak mengalami coning terlalu cepat—fenomena masuknya air atau gas ke zona produksi yang bisa menurunkan performa sumur.

Manajemen produksi yang hati-hati diharapkan mampu menjaga angka produksi awal tetap stabil dalam jangka panjang.

Keberhasilan sumur TMB-026 menambah daftar capaian positif sektor hulu migas nasional di awal tahun 2026, sekaligus memperkuat optimisme terhadap target produksi minyak Indonesia ke depan.