Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— Kabar beredar bahwa ExxonMobil Indonesia melalui induk usahanya, ExxonMobil Corporation, tengah melakukan negosiasi dengan otoritas migas Indonesia terkait perubahan skema bagi hasil dalam kontrak production sharing contract (PSC) di Blok Cepu yang dioperasikan Mobil Cepu Limited.
Informasi yang diperoleh ruangenergi.com menyebutkan perusahaan migas asal Amerika Serikat itu meminta agar persentase bagi hasil Blok Cepu yang selama ini berada di kisaran 85:15 dapat diubah menjadi 55:45. Usulan tersebut diajukan seiring rencana investasi tambahan ExxonMobil di Lapangan Banyu Urip, lapangan utama penghasil minyak di blok tersebut.
Sumber-sumber ruangenergi.com menyatakan permintaan perubahan skema bagi hasil itu akan disampaikan bertepatan dengan agenda kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Amerika Serikat, termasuk rencana pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump.
Mengutip keterangan resmi laman medsos Sekretariat Kabinet RI, Presiden Prabowo tiba di Amerika Serikat pada Selasa, 17 Februari 2026 siang waktu setempat. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden dan rombongan mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC. Setibanya di hotel tempat menginap, Presiden disambut ratusan diaspora Indonesia yang terdiri dari mahasiswa, pekerja, dan warga negara Indonesia yang tinggal di wilayah Washington DC dan sekitarnya.
Presiden Prabowo dijadwalkan langsung melakukan sejumlah pertemuan pada malam hari waktu setempat serta agenda lanjutan dengan pemerintah dan pelaku usaha Amerika Serikat. Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan kerja sama strategis di berbagai sektor ekonomi, termasuk kemungkinan perundingan dan penandatanganan kesepakatan dagang.
Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah diplomasi langsung pemerintah Indonesia untuk memperkuat rantai ekonomi nasional serta meningkatkan produktivitas industri dalam negeri. Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju AS antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Riwayat Pengelolaan Blok Cepu
Blok Cepu merupakan salah satu blok migas terbesar di Indonesia yang terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. ExxonMobil melalui anak usaha Mobil Cepu Limited mulai terlibat dalam pengembangan blok ini setelah penemuan cadangan besar di Lapangan Banyu Urip pada awal 2000-an. Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan ExxonMobil sebagai operator utama proyek pengembangan lapangan tersebut.
Produksi perdana Banyu Urip dimulai pada 2015 dan sejak itu menjadi kontributor utama produksi minyak nasional. Lapangan ini dikenal sebagai tulang punggung lifting minyak Indonesia dengan kapasitas produksi yang pernah mencapai lebih dari 200 ribu barel per hari pada masa puncaknya.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak ExxonMobil maupun otoritas migas Indonesia terkait detail negosiasi perubahan skema bagi hasil tersebut. Namun sumber industri menilai pembahasan ini berpotensi menjadi salah satu isu strategis dalam rangkaian dialog energi antara Indonesia dan Amerika Serikat selama kunjungan kenegaraan berlangsung.

