Gas Sumatera Siap Tersambung: Pengiriman Perdana Pipa Dusem Resmi Dimulai

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp
Cilegon, Jawa Barat, ruangenergi.com- Pemerintah menandai langkah penting dalam pembangunan infrastruktur energi nasional. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) meresmikan pengiriman perdana pipa untuk Proyek Transmisi Gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem), proyek strategis nasional yang digadang menjadi tulang punggung konektivitas gas di Pulau Sumatera.  
Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, menegaskan proyek ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi energi sekaligus upaya memperluas akses gas bumi ke sektor industri, komersial, dan masyarakat.
Pipa transmisi Dusem memiliki panjang total sekitar 541,8 km dan terbagi dua segmen utama: Segmen 1: Belawan–Labuhan Batu sepanjang 279,8 km, kontrak Rp3,6 triliun. Segmen 2: Labuhan Batu–Duri sepanjang 262 km, kontrak Rp2,8 triliun.
Total investasi proyek mencapai Rp6,5 triliun dengan kapasitas desain 109,2 MMSCFD, dan ditargetkan rampung pada Desember 2027 setelah konstruksi dimulai Desember 2025.
Hingga minggu ke-8 pelaksanaan, progres konstruksi tercatat melampaui rencana awal: Segmen 1 mencapai 12,447% (target awal 7,638%)
Segmen 2 mencapai 12,061% (target awal 10,295%)
Akselerasi ini didorong distribusi material yang lancar. Pengiriman Batch 1 sebanyak 1.900 batang pipa untuk Segmen 1 sudah dimulai 14 Februari 2026 via jalur laut, sementara pengiriman Segmen 2 akan menyusul dengan ritme 130 batang per hari lewat jalur darat mulai 23 Februari 2026.
Seluruh pipa proyek berasal dari produksi dalam negeri, dengan komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN): Segmen 1: 60,9%. Segmen 2: 62,49%
Direktur Komersial PT Krakatau Pipe Industries, Rony Yanuardi, menyebut partisipasi dalam proyek ini sebagai kehormatan sekaligus bukti kepercayaan pemerintah pada industri nasional.
Begitu selesai, jaringan Dusem diharapkan mengintegrasikan infrastruktur gas dari Sumatera Utara hingga Riau. Integrasi ini penting untuk mendorong hilirisasi industri, memperluas akses energi bersih, dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Dengan pengiriman pipa perdana ini, proyek Dusem memasuki fase konstruksi nyata—tahap krusial yang menandai transformasi rencana di atas kertas menjadi jaringan energi strategis di lapangan.