Wow Keren! PHI Ukir Prestasi ESG dan Efisiensi, Bukti Aset Mature Tetap Bisa Jadi Mesin Nilai

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Di tengah tantangan industri hulu migas yang semakin kompleks, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) justru menunjukkan bahwa kematangan aset bukanlah batas, melainkan peluang. Perusahaan ini sukses meraih penghargaan “Best ESG Program” dalam ajang Cost Optimization 2025 Appreciation Day & Kick Off Cost Optimization 2026, sekaligus mencatatkan realisasi optimasi biaya terbesar di lingkungan Pertamina Group dengan nilai mencapai USD 164 juta.

Penghargaan yang diserahkan di Grha Pertamina pada 11 Februari 2026 itu menjadi panggung pengakuan atas konsistensi PHI dalam mengintegrasikan strategi bisnis dan keberlanjutan. Dihadiri jajaran pimpinan tertinggi PT Pertamina (Persero) dan manajemen lintas entitas, forum tahunan Program Optimus tersebut memang dikenal sebagai arena prestisius untuk menilai inovasi efisiensi terbaik di seluruh grup.

Capaian PHI bukan sekadar angka. Realisasi USD 164 juta berasal dari kombinasi pertumbuhan pendapatan, penghematan biaya, dan pencegahan biaya, yang secara kolektif mengantarkan Subholding Upstream meraih predikat Grand Champion. Bagi Direktur Utama PHI, Sunaryanto, penghargaan itu merupakan refleksi kerja kolektif seluruh insan perusahaan.

“Budaya optimasi biaya harus terus kita perkuat demi memastikan keberlangsungan produksi migas dan kinerja unggul perusahaan pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Mayoritas wilayah kerja PHI berada pada fase mature, kondisi yang biasanya identik dengan penurunan produksi dan peningkatan biaya operasi. Namun di tangan manajemen PHI, kondisi tersebut justru menjadi momentum untuk menanamkan disiplin efisiensi sebagai budaya korporasi.

Salah satu kunci keberhasilan adalah konsistensi penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh zona operasi Kalimantan. Berbagai inisiatif efisiensi bahan bakar operasional tidak hanya menekan biaya, tetapi juga memperkuat kinerja keberlanjutan perusahaan secara terukur.

Keberhasilan terbesar tahun 2025 lahir dari kolaborasi lintas subholding tanpa sekat. PHI memanfaatkan surplus gas bumi untuk mendukung optimalisasi penyaluran oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Sinergi ini menciptakan efek berganda bagi Pertamina Group sekaligus menegaskan model kolaborasi terintegrasi dalam ekosistem energi nasional.

Tak berhenti di situ, strategi komersialisasi uncommitted cargo LNG serta optimalisasi lifting LPG turut menghasilkan incremental profit signifikan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa strategi perusahaan tidak hanya bertumpu pada penghematan, tetapi juga kejelian membaca peluang pasar—even dari aset yang telah berusia matang.

Capaian ini menempatkan PHI beserta anak perusahaan dan afiliasinya sebagai motor penggerak kinerja Subholding Upstream dalam menciptakan operasi yang efisien, berkelanjutan, dan bernilai tambah tinggi bagi pemangku kepentingan.

Sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional, PHI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pasokan energi yang andal. Strateginya jelas: optimalisasi berkelanjutan, sinergi lintas entitas, serta disiplin penerapan prinsip ESG.

Di tengah transisi energi global, kisah PHI menjadi bukti bahwa transformasi bukan sekadar jargon. Ia adalah proses yang dimulai dari budaya—dan ketika budaya efisiensi, inovasi, dan kolaborasi bertemu, hasilnya bukan hanya penghargaan, melainkan daya tahan jangka panjang bagi industri energi nasional.