Pertamina Bidik Minyak Lampung: Survei Seismik 180 Km Dimulai, Produksi Ditargetkan 2032

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Bandarlampung, Lampung, ruangenergi.com— Upaya mengungkap potensi energi baru di ujung selatan Sumatera mulai bergerak. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersiap melakukan survei seismik sepanjang hampir 180 kilometer di wilayah Lampung sebagai langkah awal eksplorasi migas yang diharapkan membuka jalan menuju produksi pada 2032.

Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, menegaskan dukungan berbagai pihak—mulai dari DPR, SKK Migas, hingga Pemerintah Provinsi Lampung—menjadi modal penting untuk memulai tahapan eksplorasi. Tahap pertama, kata dia, adalah pengumpulan data bawah permukaan melalui survei seismik sebelum masuk ke pengeboran eksplorasi.

Survei ini bertujuan memetakan struktur lapisan tanah sekaligus memastikan apakah cekungan fluida yang terdeteksi benar-benar mengandung minyak atau hanya air. Jika hasil analisis menunjukkan indikasi cadangan ekonomis, barulah tahap pengeboran dan pengembangan lapangan akan dilakukan.

Teknologi seismik bekerja dengan menanam alat kecil ke dalam tanah yang menghasilkan getaran. Pantulan gelombang tersebut kemudian diolah menjadi data geologi untuk membaca potensi kandungan fluida di bawah permukaan.

Meski masih tahap awal, sinyal optimisme sudah terlihat. PHR menyebut sudah ada gambaran awal potensi di wilayah tersebut, meski keputusan pengeboran baru diambil setelah seluruh data dianalisis secara menyeluruh.

Jika semua berjalan sesuai rencana—mulai dari survei, pengeboran, hingga pengembangan—Lampung berpeluang masuk peta produksi migas nasional dalam satu dekade ke depan, menjadikannya kandidat wilayah energi baru di Indonesia bagian barat.