Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Pemerintah dan manajemen INPEX Masela, Ltd. membahas perkembangan terkini Proyek LNG Blok Masela dalam forum Debottlenecking Session Discusses LNG Investment in Masela Block, Selasa (24/2/2026, ditayangkan langsun di Youtube Kemenkeu.
Dalam pertemuan tersebut, Executive Project Director INPEX Masela, Jarrad Blinco, menyampaikan bahwa proyek saat ini berada pada tahap Front-End Engineering Design (FEED). Tahap ini akan menentukan kesiapan teknis sebelum masuk proses tender Engineering, Procurement and Construction (EPC).
“FEED akan selesai tahun ini. Setelah itu kami masuk fase tender EPC yang akan menentukan biaya riil pengembangan,” ujar Blinco.
Ia menjelaskan, keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) akan diambil setelah hasil tender EPC memberikan kepastian struktur biaya proyek. INPEX menargetkan tahap konstruksi atau Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI) dapat dimulai pada pertengahan tahun depan.
“Jika sesuai jadwal, kami berharap bisa mulai tahap konstruksi pada pertengahan tahun depan,” katanya.
Sejak proyek dilanjutkan kembali, INPEX telah merealisasikan kegiatan survei senilai sekitar USD 100 juta, baik di darat maupun lepas pantai. Progres FEED disebut telah mencapai sekitar 20 persen.
Dari sisi perizinan, perusahaan menyampaikan bahwa lahan non-kehutanan telah diperoleh pada 2024, sementara izin kawasan kehutanan disetujui awal tahun ini. Persetujuan lingkungan juga telah terbit.
“Sebagian besar izin utama sudah tersedia, meskipun masih ada beberapa persetujuan administratif yang perlu diselesaikan sebelum konstruksi penuh dimulai,” kata Blinco.
Terkait alokasi produksi, INPEX menyatakan pembagian antara pasar domestik dan internasional masih dalam pembahasan. Perusahaan menegaskan komitmen untuk memaksimalkan pasar domestik, namun tetap membutuhkan pembeli internasional untuk mendukung pembiayaan proyek.
Untuk pemasaran domestik, INPEX telah berdiskusi dengan sejumlah BUMN energi, antara lain PGN, PLN, dan Pertamina.
Menurut Blinco, respons dari calon pembeli domestik cukup positif dan pembahasan masih berlanjut. Perusahaan menargetkan adanya letter of intent sebelum FID dan komitmen penjualan yang lebih pasti setelahnya.
Dalam forum tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Sadewa menyatakan pemerintah siap melakukan penyesuaian kebijakan apabila terdapat regulasi yang dinilai menghambat daya saing proyek di pasar global.
Pemerintah juga meminta kejelasan terkait alokasi produksi untuk pasar domestik sebagai bagian dari pembahasan dukungan lanjutan menuju FID.
Proyek LNG Abadi di Blok Masela merupakan Proyek Strategis Nasional dengan kapasitas produksi sekitar 9,5 juta ton per tahun. Nilai investasinya diperkirakan melebihi USD 20 miliar dan menjadi salah satu proyek LNG terbesar yang sedang dikembangkan secara global.

