PLN Pastikan Ketahanan Pasokan Energi Primer, Listrik Ramadan dan Lebaran Dipastikan Andal

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Cilegon, ruangenergi.com — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan ketahanan pasokan energi primer untuk pembangkit listrik nasional tetap aman selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Ketersediaan batu bara, gas, hingga bahan bakar minyak (BBM) dipastikan mencukupi guna menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional saat mobilitas masyarakat meningkat.

Dalam Kunjungan Siaga Kelistrikan Idul Fitri 1447 H yang berlangsung pada Senin (16/3) di PLTGU Cilegon, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa sistem kelistrikan nasional berada dalam kondisi aman dengan cadangan daya yang memadai selama periode Lebaran.

“Kondisi kelistrikan nasional aman, termasuk pasokan energi primer seperti batubara, gas, dan BBM. Seluruhnya telah kami cek dan dalam kondisi siap,” ujar Darmawan saat meninjau kesiapan sistem kelistrikan.

Ia menjelaskan PLN telah melakukan pemeliharaan pembangkit listrik, gardu induk, serta jaringan transmisi sejak jauh hari untuk memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan siap menghadapi periode Ramadan dan Idul Fitri.

Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, PLN juga mengerahkan sekitar 72.053 personel serta menyiapkan lebih dari 3.700 posko siaga yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Pasokan Energi Primer Aman Jelang Lebaran

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Rakhmad Dewanto menegaskan bahwa pasokan energi primer pembangkit listrik dalam kondisi aman dan terjaga selama masa siaga Ramadhan dan Idul Fitri melalui pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi di seluruh sistem.

Rakhmad menjelaskan, secara umum ketahanan energi primer, baik batubara, gas dan BBM berada pada level yang memadai untuk mendukung keandalan pembangkit selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

“Rata-rata hari operasi (HOP) batu bara secara nasional berada di kisaran 18 hari. Di sistem Jawa-Madura-Bali sekitar 18 hari, sementara di wilayah Sumatera dan Kalimantan berada di kisaran 21 hari dan wilayah Sulawesi Maluku Papua Nusa Tenggara di kisaran 13 hari” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun terdapat variasi HOP pada beberapa pembangkit dengan spesifikasi batubara tertentu, secara umum stok masih berada di atas batas minimum yang dipersyaratkan.

Selain batu bara, PLN EPI juga memastikan kecukupan pasokan energi primer lainnya, termasuk BBM dan gas. Untuk gas, secara umum penyaluran gas pipa sudah optimal. Sedangkan rata-rata cadangan BBM sebagai penyangga terakhir untuk keseluruhan pembangkit berada di kisaran 8 hari operasi dengan cadangan di Jawa Madura Bali di kisaran 6 hari dan di wilayah lainnya sebesar 11 hari.

Ia juga menekankan bahwa fleksibilitas sistem pasokan gas untuk beberapa pembangkit gas, menjadi elemen penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan, terutama dalam menghadapi fluktuasi beban.

“Pasokan gas pipa dikombinasikan dengan pasokan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dari beberapa terminal regasifikasi sehingga dapat lebih fleksibel mengikuti kebutuhan pembangkit gas yang dibutuhkan oleh sistem kelistrikan. Sebagai ilustrasi, pasokan LNG dari FSRU Lampung untuk PLTGU Cilegon saat ini dialihkan ke PLTGU Priok untuk menggantikan pasokan LNG dari FSRU Jabar yang sedang dalam periode pemeliharaan,” katanya.

Ke depan, PLN EPI terus mendorong efisiensi pasokan energi primer melalui penguatan pasokan gas dan pengembangan infrastruktur yang lebih optimal.

“Dengan pengembangan sistem pasokan yang lebih efisien, kami harapkan jaminan pasokan lebih terjaga dan biaya energi dapat lebih efisien ,” kata Rakhmad.