Batang, Jawa Tengah, ruangenergi.com— Pemerintah memastikan kesiapan penuh pengoperasian Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap 2 setelah dinyatakan lolos uji kelayakan tanpa temuan kebocoran. Infrastruktur strategis sepanjang 302 kilometer ini digadang menjadi tulang punggung integrasi jaringan gas nasional lintas pulau.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa seluruh rangkaian pengujian teknis telah dilalui dengan hasil yang memuaskan.
“Pipa Cirebon–Semarang Tahap Dua yang membentang dari Semarang hingga Kandang Haur Timur, Cirebon, telah melalui uji kelayakan ketat dan dinyatakan bebas kebocoran,” ujarnya.
Kesiapan infrastruktur ini langsung direspons positif oleh pelaku industri. Sejumlah konsumen besar telah menyatakan komitmennya untuk menyerap gas dari ruas Cisem.
“Saat ini sudah ada komitmen dari beberapa konsumen seperti Kilang Balongan, Cikarang Listrindo Tbk, dan sejumlah industri lainnya untuk memanfaatkan gas dari ruas Cisem ini,” tambah Laode, dikutip dari website ESDM.
Proyek Cisem menjadi bagian krusial dalam upaya mengintegrasikan jaringan pipa gas antara Sumatera dan Jawa. Ke depan, integrasi ini akan diperkuat dengan pembangunan Pipa Dumai–Sei Mangkei (Dusem) yang ditargetkan rampung dalam beberapa tahun mendatang.
Dengan terhubungnya kedua pulau tersebut, distribusi gas akan menjadi lebih fleksibel dan efisien. Wilayah yang mengalami surplus pasokan, seperti Jawa Timur, dapat menyalurkan gas ke daerah dengan kebutuhan tinggi seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Skema ini dinilai mampu mengatasi ketimpangan pasokan sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya gas nasional.
Pemerintah juga menaruh harapan besar terhadap peningkatan konsumsi gas dalam negeri melalui proyek ini. Saat ini, pemanfaatan gas domestik masih berada di kisaran 65 persen.
Dengan semakin terbangunnya infrastruktur transmisi gas nasional, porsi tersebut diproyeksikan akan terus meningkat, sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi ketergantungan ekspor dan memaksimalkan nilai tambah di dalam negeri.
Mengalirnya gas melalui Cisem Tahap 2 pun menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa Indonesia tengah serius membangun ekosistem energi yang terintegrasi, andal, dan berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menegaskan arah kebijakan energi nasional yang tidak hanya berfokus pada ketahanan pasokan, tetapi juga pada efisiensi distribusi dan optimalisasi pemanfaatan energi domestik.


