Lebaran di Jalur Sunyi: Kisah Para Penjaga Energi Negeri di Pedalaman Sulawesi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Morowali Utara/Banggai, Sulteng, ruangenergi.com – Ketika sebagian besar masyarakat Indonesia merayakan Idulfitri dengan hangatnya kebersamaan keluarga, suasana berbeda justru hadir di jalur seismik Morowali Utara dan Banggai, Sulawesi Tengah. Di tengah lebatnya hutan tropis dan medan perbukitan yang terpencil, para kru PT Elnusa Tbk tetap menjalankan tugas, menjaga denyut keberlanjutan energi nasional.

Tak ada perjalanan mudik, tak ada pula tradisi silaturahmi dari rumah ke rumah. Bagi para pekerja di lokasi operasi, layar ponsel menjadi satu-satunya penghubung dengan keluarga di kampung halaman. Rindu terhadap suasana berbuka puasa bersama, salat tarawih di masjid lingkungan rumah, hingga gema takbir yang biasanya mengiringi malam Lebaran, hanya bisa dikenang dari kejauhan.

Perayaan Idulfitri di lokasi operasi berlangsung sederhana. Lantunan takbir mengalun dari speaker kecil, pakaian kerja masih berbalut debu, dan silaturahmi dilakukan melalui panggilan video. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan makna pengabdian yang mendalam.

“Lebaran di sini memang sederhana. Tidak ada takbir keliling atau kumpul keluarga seperti di rumah. Tapi kami saling menguatkan sebagai tim. Saat melihat wajah keluarga lewat video call, rindu itu pasti ada, tetapi kami juga merasa bangga karena bisa menjalankan tugas menjaga energi negeri,” ujar Nugroho, salah satu kru di lapangan.

Meski dalam suasana hari raya, aktivitas di jalur seismik tetap berjalan normal. Setiap hari diawali dengan pemeriksaan peralatan, penggunaan alat pelindung diri secara lengkap, hingga toolbox meeting untuk memastikan seluruh kru memahami potensi risiko kerja.

Para pekerja memegang teguh prinsip HSSE Golden Rules, menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Bagi mereka, pulang dengan selamat adalah amanah dari keluarga yang tak pernah bisa ditawar. “Hari raya bagi kami bukan lagi riuh dapur keluarga, tapi bisikan doa di barak sederhana,” tambah Nugroho.

Di tengah keterbatasan, secangkir teh hangat dan hidangan sederhana menjadi penguat sebelum kembali menyusuri jalur operasi yang menantang. Semangat tetap terjaga, meski jarak memisahkan dari orang-orang terkasih.

Dedikasi para kru ini bukan tanpa arti. Kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh Regional 4 PEPC bersama Elnusa di wilayah Morowali Utara dan Banggai merupakan bagian penting dalam mendukung ketahanan energi nasional. Data yang dikumpulkan dari jalur seismik menjadi fondasi untuk memahami potensi sumber daya energi Indonesia di masa depan.

Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo, menyampaikan apresiasi atas komitmen para pekerja yang tetap bertugas di momen Idulfitri. Menurutnya, energi tidak hadir begitu saja, melainkan lahir dari dedikasi dan keteguhan para pekerja di garis depan.

“Mereka adalah wajah dari komitmen Elnusa untuk terus memberikan yang terbaik bagi negeri,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa perusahaan terus memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan dengan standar keselamatan tinggi. Komitmen terhadap HSSE menjadi fondasi utama dalam menjaga operasional yang andal dan aman, sekaligus berkontribusi pada ketahanan energi nasional.

Idulfitri di wilayah operasi mungkin tak semeriah di kota atau kampung halaman. Namun justru di jalur sunyi itulah makna pengabdian menemukan bentuknya. Para pekerja Elnusa membuktikan bahwa menjaga energi negeri bukan sekadar tugas, melainkan juga bentuk ibadah—sebuah pengabdian yang lahir dari tanggung jawab dan cinta pada tanah air.