Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com–Pemerintah kembali membuka peluang besar di sektor hulu migas. Kali ini, Wilayah Kerja (WK) Mabelo resmi diumumkan sebagai “available”, menandai babak baru pencarian cadangan energi nasional di tengah ketergantungan Indonesia terhadap minyak dan gas bumi.
Langkah ini diumumkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi jangka panjang. Dengan dibukanya Mabelo, investor kini dipersilakan mengajukan minat untuk mengelola blok migas yang dinilai memiliki potensi signifikan.
Terletak di wilayah onshore dan offshore Sulawesi Tenggara, Mabelo bukan blok biasa. Dengan luas mencapai 7.334 km² dan estimasi sumber daya sekitar 282 juta barel setara minyak, kawasan ini menjadi salah satu aset prospektif yang diharapkan mampu mendongkrak produksi migas nasional.
Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa eksplorasi tetap menjadi kunci. Di tengah konsumsi energi nasional yang masih didominasi migas, pemerintah terus mendorong penemuan cadangan baru demi menjaga pasokan di masa depan.
Tak hanya menawarkan potensi geologi, pemerintah juga “memoles” daya tarik investasi. Beragam insentif disiapkan, mulai dari fleksibilitas skema kontrak—baik cost recovery maupun gross split—hingga kemudahan akses data dan kebijakan fiskal yang lebih kompetitif.
Dalam skema yang ditawarkan, investor akan menjalankan komitmen awal berupa studi geologi dan geofisika serta survei seismik, dengan bonus tanda tangan minimal US$200 ribu.
Yang menarik, mekanisme pengajuan juga dibuat lebih lincah. Perusahaan dapat langsung mengusulkan pengelolaan tanpa studi bersama, dengan masa lelang cepat hanya 30 hari. Ini memberi sinyal bahwa pemerintah ingin mempercepat masuknya investasi dan aktivitas eksplorasi.
Detail wilayah kerja Mabelo sebagai berikut :
| No | Wilayah Kerja | Luas (Km2) | Bentuk Kontrak Bagi Hasil | Minimum Komitmen Pasti 3 Tahun Pertama | Minimum Bonus Tanda Tangan (USD) |
| 1. | Mabelo
Berlokasi di Onshore dan Offshore Sulawesi Tenggara
Perkiraan Sumber Daya Minyak dan Gas Bumi sekitar 282 MMSTB | 7.334,24 | Cost Recovery | · G & G · Acquisition & Processing 3D Seismic 250 km2 or Acquisition & Processing 2D Seismic 500 km | 200.000 |
Pembukaan WK Mabelo menjadi bagian dari langkah agresif pemerintah dalam beberapa waktu terakhir untuk menghidupkan kembali sektor hulu migas. Di tengah dinamika global dan kebutuhan energi domestik yang terus meningkat, Indonesia tampaknya tak ingin kehilangan momentum.
Kini, bola ada di tangan investor: apakah Mabelo akan menjadi ladang temuan besar berikutnya? Atau sekadar potensi yang menunggu keberanian eksplorasi? Waktu yang akan menjawab.


