Lebaran di Tengah Laut: Kisah Sunyi Para Penjaga Energi Negeri

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Pulau Seribu, Jakarta Utara, ruangenergi.com-Saat gema takbir menggema di penjuru negeri dan jutaan masyarakat Indonesia berkumpul hangat bersama keluarga di Hari Raya Idulfitri, ada kisah lain yang jarang tersorot. Di tengah laut, jauh dari hiruk pikuk kampung halaman, sejumlah Perwira Pertamina tetap berdiri teguh menjalankan tugas—menjaga agar energi negeri ini tak pernah padam.

Di antara mereka, ada sosok Andi Nandayani. Perempuan yang akrab disapa Nanda ini menjalani Lebaran pertamanya sebagai Plant Operator di Zulu Flow Station, Regional 2 Zona 5 Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java. Tahun ini, ia harus merelakan momen kebersamaan dengan suami dan putra kecilnya yang baru berusia empat tahun.

Sebagai satu-satunya pekerja perempuan di fasilitas tersebut, Nanda bukan hanya menghadapi tantangan teknis, tetapi juga pergulatan batin. Di balik tugasnya memastikan proses produksi minyak dan gas berjalan aman dan stabil, tersimpan rindu yang tak mudah diungkapkan.

“Suami sangat mendukung, tapi anak saya masih kecil. Harus diberi pengertian perlahan kenapa ibunya tidak pulang saat Lebaran. Itu yang paling berat,” ujarnya lirih.

Namun di tengah rasa kehilangan itu, terselip kebanggaan. Bagi Nanda, menjadi bagian dari garda depan penjaga energi nasional adalah panggilan yang tak ternilai.

Cerita serupa datang dari Fanji Rochmat. Bagi Senior Supervisor Foxtrot Plant di PHE ONWJ ini, Lebaran di offshore bukan lagi hal baru—tahun ini adalah yang kesembilan kalinya. Sebuah konsekuensi profesi yang telah menjadi bagian dari hidupnya.

Di tangannya, aliran produksi migas dari anjungan sumur hingga ke fasilitas pengolahan harus tetap berjalan tanpa cela. Ia memastikan pasokan gas lift stabil, perawatan fasilitas terkoordinasi, dan produksi tetap optimal.

Namun di balik tanggung jawab besar itu, ada ruang kosong yang hanya bisa diisi dengan kenangan keluarga.

“Perasaannya campur aduk. Sedih karena tidak bisa berkumpul dengan keluarga, tapi juga bangga bisa menjaga ketahanan energi nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, di anjungan Offshore Southeast Sumatera North Business Unit (OSES NBU), Rully Bagja Anugrah menemukan cara sederhana untuk mengobati rindu. Bersama rekan-rekannya, ia melaksanakan salat Id, bersalaman, saling memaafkan, lalu menikmati sarapan bersama.

Di tengah keterbatasan, suasana kekeluargaan itu menjadikan anjungan terasa seperti rumah kedua.

“Bekerja saat Lebaran jelas berbeda, terutama secara emosional,” katanya. Sebagai Production Operator, ia bertanggung jawab menjaga stabilitas proses pemisahan fluida migas agar tetap aman dan optimal.

Kisah Nanda, Fanji, dan Rully adalah potret nyata para penjaga energi di balik layar. Mereka mungkin tak terlihat, namun perannya krusial—memastikan pasokan energi tetap mengalir, bahkan saat sebagian besar masyarakat tengah merayakan hari kemenangan.

Di tengah sunyi laut dan jauhnya jarak dari keluarga, mereka membuktikan satu hal: bagi para Perwira Pertamina, menjaga energi bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian untuk Indonesia.