Mudik Nyaman di Pantura: Dari BBM Siaga hingga Kopi Hangat UMKM Binaan Pertamina

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com-Suasana Lebaran selalu identik dengan perjalanan panjang menuju kampung halaman. Tahun ini, di tengah ucapan hangat “Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin”, ada cerita lain yang mengalir di jalur Pantai Utara (Pantura): upaya memastikan mudik tetap aman, nyaman, sekaligus berdampak bagi ekonomi lokal.

PT Pertamina (Persero) menyiapkan berbagai layanan tambahan untuk mengawal para pemudik, khususnya yang memilih jalur non-tol. Fokusnya tak hanya pada kelancaran pasokan energi, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih manusiawi—bahkan berbalut nuansa budaya.

Lonjakan kendaraan di Pantura sudah diprediksi. Untuk itu, Pertamina menghadirkan solusi yang cukup unik: BBM diantar langsung ke kendaraan yang kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan.

“Kami menyiagakan Layanan Motoris atau Pertamina Delivery Service untuk mengantisipasi kondisi darurat di titik rawan macet,” ujar VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron.

Selain itu, seluruh infrastruktur energi—mulai dari Terminal BBM hingga SPBU—disiagakan 24 jam penuh demi memastikan pasokan tetap aman selama arus mudik.

SPBU Rasa Rest Area Wisata

Salah satu titik favorit pemudik di Pantura adalah SPBU Muri di Tegal, Jawa Tengah. Tempat ini bukan sekadar lokasi isi BBM, melainkan destinasi istirahat yang lengkap.

Dengan rekor 107 toilet, SPBU ini juga dilengkapi kolam renang, kursi pijat, mushola, pusat oleh-oleh UMKM, hingga penginapan terjangkau.

“Kami ingin pemudik bisa beristirahat dengan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan,” kata Sinta Fitria, Manajer SPBU Muri.

Tak jauh dari jalur utama, Pertamina juga menghadirkan sentuhan berbeda melalui Danau Cinta Eco Resort di Karawang—yang kini dikenal sebagai “Bali van Sunda”.

Dulunya terbengkalai, kini kawasan tersebut disulap menjadi destinasi wisata berbasis energi terbarukan.

“Danau ini awalnya mati, lalu kami kembangkan menjadi pusat edukasi energi bersih,” ujar Enjang Ramdani, pengelola lokasi tersebut.

Pengunjung bisa melihat langsung pemanfaatan panel surya hingga sistem mikrohidro—sebuah kombinasi wisata, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Bagi pemudik roda dua, perjalanan panjang tentu melelahkan. Di Batang, Jawa Tengah, Pertamina menghadirkan kafe binaan yang menyajikan kopi lokal—dari Arabica, Robusta, hingga Liberica.

Kafe ini bukan sekadar tempat singgah. Lebih dari 1.000 petani kopi lokal mendapat pendampingan sejak menjadi mitra binaan Pertamina pada 2018.

“Kami ingin kopi lokal bisa dinikmati langsung oleh para pemudik,” ujar Wiweko, pengelola kafe.

Bagi Pertamina, mudik bukan hanya soal mobilitas manusia, tetapi juga peluang menggerakkan ekonomi daerah.

Program pelibatan UMKM di SPBU dan rest area menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif.

“Keberadaan SPBU dan mitra binaan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar,” tegas Baron.

Pesan untuk Pemudik

Di tengah kesiapan layanan tersebut, Pertamina juga mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak menggunakan energi dan memastikan tangki kendaraan terisi sebelum perjalanan jauh.

Mudik pun bukan lagi sekadar perjalanan pulang. Di Pantura, ia berubah menjadi pengalaman: dari layanan BBM darurat, tempat istirahat nyaman, hingga secangkir kopi hangat hasil tangan petani lokal.

Dan di balik itu semua, ada semangat yang sama—mengantarkan masyarakat pulang dengan selamat, sambil membawa manfaat bagi banyak orang.