Sumur Baru di Karangan Mengalir, Harapan Lifting Nasional Kembali Menguat

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Prabumulih, Sumatera Selatan, ruangenergi.com— Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas nasional. Di tengah upaya menjaga tren lifting minyak, sumur pengembangan terbaru di struktur Karangan mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan bahwa pengeboran sumur KRG-038 yang dioperasikan oleh PT Pertamina EP Asset 2 (PHR Region 1 Zona 4) telah memasuki fase uji produksi dengan capaian awal yang cukup signifikan.

Sumur yang mulai ditajak pada 7 Februari 2026 ini, per 10 Maret 2026 sudah diuji pada beberapa lapisan target, yakni TAF-C3, TAF-D1, dan TAF-D2. Hasil sementara menunjukkan laju produksi awal (initial production) mencapai 133 barel minyak per hari (BOPD).

Secara geografis, struktur Karangan berada sekitar 20 kilometer di tenggara Prabumulih—wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu kantong produksi migas penting di Sumatera Selatan.

Lapisan utama yang dibidik adalah TAF-C3, dengan dukungan lapisan tambahan TAF-D1 dan TAF-D2 sebagai potensi penguat produksi. Pendekatan ini mencerminkan strategi optimasi reservoir yang semakin presisi di lapangan-lapangan mature.

Dari sisi teknis, sumur ini dibor secara directional (J-Type) menggunakan rig ACS#21 berkapasitas 750 HP hingga kedalaman 1.640 meter measured depth (mMD), melalui tiga trayek pengeboran.

Meski waktu pengerjaan mencapai 31 hari—sedikit di atas rencana 27,4 hari—efisiensi biaya justru menjadi sorotan positif. Realisasi biaya tercatat sekitar USD 3,68 juta, atau hanya 85,01% dari total AFE yang disetujui. Ini menandakan pengendalian biaya yang cukup solid di tengah tantangan operasional.

Ke depan, operator akan melanjutkan uji produksi guna menentukan laju optimal yang tidak hanya mengejar volume, tetapi juga menjaga kualitas reservoir dalam jangka panjang.

Capaian ini menjadi suntikan optimisme bagi upaya peningkatan lifting nasional. Di tengah tekanan penurunan alamiah lapangan-lapangan tua, setiap tambahan produksi baru memiliki arti strategis.

“Lifting naik: bisa, bisa, bisa,” menjadi semangat yang digaungkan dalam laporan tersebut—sebuah refleksi optimisme bahwa kerja kolaboratif antara SKK Migas dan Pertamina masih mampu menghadirkan hasil nyata di lapangan.

Dengan hasil awal yang menjanjikan ini, sumur KRG-038 diharapkan segera masuk tahap produksi penuh dan berkontribusi nyata terhadap target produksi migas nasional 2026.