Komut Pertamina Pastikan Pasokan Avtur Aman di Bali, Antisipasi Lonjakan Penerbangan Liburan

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Denpasar, Bali, ruangenergi.com— Menyambut lonjakan trafik penerbangan pada musim liburan pertengahan tahun, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, turun langsung meninjau kesiapan pasokan avtur di Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Bali, Sabtu (13/6).

Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan ketahanan pasokan energi penerbangan tetap aman di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan menuju Pulau Bali, terutama saat periode libur sekolah yang diprediksi mendongkrak jumlah penerbangan domestik maupun internasional.

Dalam kunjungannya, Iriawan menegaskan bahwa keandalan pasokan avtur bukan hanya soal kelancaran operasional maskapai, tetapi juga berkaitan langsung dengan aspek keselamatan penerbangan dan stabilitas ekonomi daerah.

“Keandalan AFT Ngurah Rai sangat penting untuk menjaga mobilitas masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi Bali, serta memperkuat konektivitas udara nasional dan internasional. Yang paling utama, ini menyangkut keselamatan penerbangan,” ujar Iriawan.

Sebagai salah satu infrastruktur energi vital yang dikelola PT Pertamina Patra Niaga, AFT Ngurah Rai memegang peranan sentral dalam menjamin suplai avtur berkualitas bagi seluruh maskapai yang beroperasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Saat ini, terminal tersebut memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 24.300 kiloliter (KL) dengan rata-rata konsumsi harian sekitar 1.495 KL, menjadikannya salah satu simpul distribusi energi penerbangan paling strategis di kawasan timur Indonesia.

Aviation Fuel Terminal Manager Ngurah Rai, I Komang Susila Gosa, menegaskan bahwa kualitas avtur menjadi prioritas utama karena menyangkut keselamatan seluruh penerbangan.

“Setiap tahapan mulai dari penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran avtur selalu melalui pengawasan ketat, pengecekan rutin, dan pengujian spesifikasi produk sesuai standar internasional,” jelasnya.

Dalam inspeksi lapangan, Iriawan juga menyaksikan langsung proses quality control harian yang dilakukan para Perwira Pertamina sebelum avtur disalurkan ke pesawat. Ia mengapresiasi dedikasi para pekerja yang tetap siaga penuh menjaga operasional, bahkan di hari libur.

Menurutnya, profesionalisme, ketelitian, dan kedisiplinan para pekerja aviasi menjadi garda terdepan dalam menjaga standar keselamatan penerbangan nasional.

“Penerapan SOP berbasis HSSE adalah license to operate bagi Pertamina. Tidak ada kompromi terhadap keselamatan pekerja, keamanan fasilitas, maupun perlindungan lingkungan,” tegasnya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyebut kesiapan pasokan avtur menjadi bagian penting dalam mendukung sektor pariwisata, khususnya di Bali yang merupakan destinasi unggulan Indonesia dengan tingkat konektivitas udara yang sangat tinggi.

“Kelancaran penerbangan berkontribusi besar terhadap pergerakan wisatawan dan aktivitas ekonomi. Pertamina memastikan dukungan energi tetap optimal agar momentum pertumbuhan pariwisata Bali terus terjaga,” katanya.

Dengan kesiapan infrastruktur, kecukupan stok, dan disiplin operasional yang ketat, Pertamina memastikan Bali tetap siap menyambut gelombang wisatawan dan menjaga langit Pulau Dewata tetap bergerak aman selama musim liburan.