Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— Indonesia mulai serius membidik sumber energi masa depan yang selama ini belum banyak mendapat perhatian: hidrogen alami (natural hydrogen).
Terobosan ini menjadi salah satu pembahasan dalam rapat Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Anggota DEN Satya W. Yudha. Diskusi tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie, yang juga menjabat Komisaris Pertamina Hulu Energi (PHE).
Satya mengatakan, selama ini perhatian dunia lebih banyak tertuju pada green hydrogen, yakni hidrogen yang diproduksi melalui proses elektrolisis air dengan menggunakan energi baru terbarukan (EBT).
Namun, Indonesia memiliki peluang lain yang tak kalah menarik, yakni hidrogen yang terbentuk secara alami di dalam kerak bumi.
“Agenda rapat DEN secara khusus menyoroti terobosan besar Indonesia pada Hidrogen Alami (Natural Hydrogen). Ini adalah jenis hidrogen yang terbentuk secara alami di dalam kerak bumi,” ujar Satya.
Menurut dia, pengembangan hidrogen alami tidak bisa dilakukan hanya dari satu sisi. Diperlukan kolaborasi antara dunia sains, pemerintah, industri hingga lembaga perencana pembangunan.
Dimulai dari Sains dan Riset
Langkah pertama adalah memperkuat riset dan sumber daya manusia. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama kalangan akademisi seperti UI, ITB dan BRIN akan didorong meneliti lebih dalam proses terbentuknya hidrogen alami di bawah permukaan bumi.
Riset ini menjadi fondasi penting karena Indonesia masih berada pada tahap awal dalam memahami karakteristik, mekanisme pembentukan, hingga potensi pengembangan hidrogen alami.
“Pengembangan teknologi dan sumber daya manusia dipimpin oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta didukung penuh oleh akademisi,” kata Satya.
Indonesia Punya Modal Geologi
Setelah riset, tahap berikutnya adalah eksplorasi dan pemetaan.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan survei serta penelitian untuk mengidentifikasi wilayah yang berpotensi menyimpan sumber daya hidrogen alami.
Indonesia dinilai memiliki modal geologi yang menarik karena berada di kawasan dengan aktivitas vulkanik tinggi sekaligus memiliki berbagai cekungan sedimen.
Kondisi tersebut membuka peluang untuk menemukan sumber hidrogen alami yang selama ini belum terpetakan secara komprehensif.
Pertamina Disiapkan Jadi Ujung Tombak
Pengembangan hidrogen alami kemudian diarahkan menuju tahap yang lebih konkret: komersialisasi.
PT Pertamina (Persero) bersama anak usahanya, Pertamina Hulu Energi (PHE), disiapkan menjadi salah satu ujung tombak dalam eksplorasi dan eksploitasi sumber daya tersebut.
Tidak hanya mengejar aspek teknis, Pertamina juga akan didorong menyiapkan strategi bisnis dan membangun Centre of Excellence atau pusat keunggulan yang menjadi wadah pengembangan hidrogen alami di Indonesia.
Langkah ini menunjukkan bahwa hidrogen alami mulai dipandang bukan sekadar sebagai objek penelitian, tetapi sebagai calon sumber energi yang memiliki prospek industri.
Tantangan terbesar justru berada pada sisi regulasi.
Hingga kini, Indonesia belum memiliki aturan khusus yang mengatur eksplorasi dan pengembangan hidrogen alami.
Karena itu, Direktorat Jenderal Migas dan Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM akan didorong menyusun kerangka regulasi dan kelembagaan yang sesuai.
“Regulasi eksplorasi H2 alami belum ada di Indonesia dan perlu dibangun dari nol agar investasi bisa berjalan,” ujar Satya.
Kebijakan tersebut juga akan diintegrasikan dengan agenda pembangunan jangka panjang melalui RPJPN, dengan dukungan Kementerian PPN/Bappenas.
Jika berhasil dikembangkan, hidrogen alami berpotensi membuka babak baru dalam peta energi Indonesia.
Berbeda dengan hidrogen hijau yang membutuhkan energi untuk memproduksinya melalui elektrolisis, hidrogen alami merupakan sumber daya yang telah terbentuk melalui proses geologi di alam.
Karena itu, tantangannya bukan hanya bagaimana memproduksi hidrogen, tetapi bagaimana menemukan, memetakan, mengeksplorasi, memproduksi, dan mengomersialkannya secara aman dan ekonomis.
Langkah DEN memperlihatkan bahwa Indonesia mulai menyiapkan ekosistem tersebut sejak dini: riset diperkuat, potensi geologi dipetakan, industri disiapkan, dan regulasi mulai dirancang.
Bila seluruh mata rantai ini berhasil dibangun, hidrogen alami bukan tidak mungkin menjadi salah satu sumber energi baru yang memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang industri masa depan Indonesia.

