Djoko Siswanto: Selamat Datang Investor, 138 Blok Migas Indonesia Terbuka untuk Dieksplorasi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Indonesia sedang membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor untuk masuk ke sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Pesannya sederhana, tetapi tegas: selamat datang bagi para investor yang ingin mencari dan mengembangkan sumber daya migas Indonesia.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Djoko Siswanto menegaskan keterbukaan tersebut menyusul pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai penawaran 138 blok eksplorasi energi kepada investor, termasuk perusahaan-perusahaan Rusia.

Welcome,” kata Djoko kepada ruangenergi.com, ketika ditanya mengenai peluang bagi investor yang hendak masuk ke hulu migas Indonesia.

Menurut Djoko, pemerintah pada dasarnya tidak hanya membuka peluang kepada investor dari satu negara. Seluruh investor yang memiliki kemampuan, teknologi, modal, dan keseriusan mengembangkan hulu migas Indonesia dipersilakan masuk.

Pernyataan Djoko ini sejalan dengan langkah Presiden Prabowo saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Di hadapan forum tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia telah membuka 138 blok eksplorasi energi dan secara khusus mengundang kelompok usaha serta korporasi Rusia untuk membawa teknologi mereka ke Indonesia.

“Kami baru saja memberikan informasi kepada mitra Rusia kami bahwa Indonesia kini telah membuka 138 blok eksplorasi untuk energi, dan kami mengundang grup Rusia, korporasi Rusia dengan teknologi mereka di 138 blok ini. Jadi diskusinya berjalan sangat baik,” ujar Prabowo.

Yang menarik, bagi SKK Migas, angka 138 blok tersebut bukan sekadar daftar wilayah yang ditawarkan kepada investor.

Djoko menegaskan kepada ruangenergi.com bahwa seluruh blok migas yang ditawarkan memiliki potensi.

“Semua potensial,” ujar Djoko singkat.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin mengubah cara pandang terhadap wilayah-wilayah kerja migas yang ditawarkan. Investor tidak hanya diajak masuk untuk mengejar produksi yang sudah terlihat, tetapi juga untuk mengambil peluang dari potensi eksplorasi yang masih tersembunyi.

Sebelumnya, jumlah wilayah yang menjadi perhatian pemerintah memang disebut lebih sedikit. Namun, SKK Migas kemudian memasukkan tambahan wilayah berdasarkan blok-blok eksisting yang saat ini dikelola kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Dengan demikian, penawaran 138 blok menjadi bagian dari strategi memperluas kegiatan eksplorasi sekaligus menarik modal dan teknologi baru ke industri hulu migas nasional.

Bagi Indonesia, masuknya investor juga bukan semata-mata soal tambahan modal.

Eksplorasi migas membutuhkan teknologi, pengalaman geologi dan geofisika, kemampuan pengeboran, hingga keberanian menanggung risiko yang tidak kecil. Karena itu, tawaran kepada investor asing juga menjadi peluang untuk menghadirkan teknologi dan keahlian baru.

Presiden Prabowo bahkan secara eksplisit mengundang perusahaan Rusia untuk membawa teknologi mereka dalam pengembangan blok-blok tersebut.

Bagi SKK Migas, pintu investasi itu kini terbuka.

Dan dari 138 wilayah yang ditawarkan, pesan Djoko cukup jelas: peluangnya ada, potensinya ada, investor dipersilakan datang.

“Welcome.”