Jakarta, Ruangenergi.com – Sebagai lembaga penelitian, penyelidikan dan pelayanan di bidang geologi dan berada dibawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memberikan peringan dini terhadap bencana kegeologian salah satunya yakni bencana gunung berapi.
Pasalnya, mitigasi bencana geologi perlu dilakukan dari berbagai sisi. Setelah sebelumnya Badan Geologi KESDM melalui PVMBG mempunyai aplikasi MAGMA INDONESIA berbasis internet, kini Badan Geologi menggulirkan peringatan dini gunung berapi melalui teknologi SMS bekerja sama dengan Kementerian Kominfo.
Masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana tidak semua tersentuh oleh teknologi internet, oleh karena itu peringatan dini disebarkan melalui SMS memanfaatkan teknologi informasi yang dimiliki oleh Kementerian Kominfo.
Tugas fungsi Badan Geologi sepenuhnya ketika berbicara mengenai informasi aktivitas dan erupsi gunung api.
Oleh karena itu Badan Geologi berusaha menyiapkan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana agar lebih sigap ketika terjadi bahaya bencana sehingga meminimalisir korban jiwa maupun harta.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Badan Geologi dengan Kominfo melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika dilaksanakan pada hari ini, Senin (12/4).
Kemudian diluncurkan secara resmi program penyebarluasan informasi kebencanaan melalui penyelanggara telekomunikasi dan lembaga penyiaran di kawasan rawan becana geologi, salah satunya lewat SMS Blast.
Berikut contoh Isi SMS Blast yang akan diterima masyarakat sekitar rawan bencana apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung berapi :
“Erupsi G. Sinabung 10-Apr-2021 08:28 WIB. Hindari radius bahaya 3km, Selatan-Timur 5km, Timur-Utara 4km. http://bit.ly/2QhFVc9 :: PVMBGKMINFO,”