Catatan Redaksi: Umpan Terobosan Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta,ruangenergi.com-Ibarat pertandingan sepak bola, umpan terobosan yang dilakukan oleh  Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (SHU PHE) Danar Dojoadhi, menarik untuk dicermati agar berbuah gol indah bagi perusahaan milik negeri ini.

PHe geber strategi prioritas nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia, yaitu Optimus, ESG Score serta Dekarbonisasi. Kemudian pada Prioritas Inovasi Model Bisnis Subholding Upstream Pertamina melakukan upaya pengusulan fiskal insentif PHKT. Prioritas Technology Leadership, Subholding Upstream Pertamina merealisasikan melalui program revitalisasi Crown Jewel Mahakam.

Prioritas Energize Investment, Subholding Upstream Pertamina melakukan beberapa program antara lain meningkatkan kegiatan I/EOR secara partnership atau mandiri, rejuvinasi struktur & reaktivasi sumur suspended, Upstream Plant Realibility 97,5%, akuisisi operator/blok migas di dalam dan luar negeri, percepatan eksplorasi 29 sumur dan unconventional MNK.

Terakhir, pada prioritas unleash talent, Subholding Upstream Pertamina memiliki program fast track talenta unggul yang inklusif, 13% perempuan dalam nominated talent dan 26% pekerja minelinal.

Integrasi kolaborasi dan inovasi terus dilakukan Subholding Upstream Pertamina untuk mendukung agresivitas di tahun 2022 dalam bentuk sinergi dan mengedepankan HSSE dan Corporate Life Saving Rules serta mengimplementasikan ESG dalam proses bisnis perusahaan.

Subholding Upstream Pertamina juga telah menyusun 11 topik material dalam pelaksanaan strategi ESG serta strategi dekarbonisasi mewujudkan kegiatan operasi yang ramah lingkungan.

Dalam catatan ruangenergi.com, Direktur Utama PHE Budiman Parhusip mengatakan strategi perusahaan menjaga produksi sekaligus menemukan sumber migas di tengah tantangan transisi energi. Proses transisi energi ibarat dua sisi mata uang.

Di satu sisi, tren pemakaian energi mengarah ke energi baru dan terbarukan, akan tetapi pemakaian bahan bakar fosil di waktu-waktu mendatang diprediksi masih meningkat di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya.

Dalam pandangan ruangenergi.com, langkah Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi momentum yang dirasakan pas mengingat situasi energi dunia kini tengah menghadapi issue transisi energi secara global.

Lebih menarik lagi ketika PHE ikut mengedepankan HSSE dan Corporate Life Saving Rules serta mengimplementasikan ESG dalam kiprah bisnisnya. Saya teringat kata petinggi sebuah perusahaan listrik di Indonesia, HSSE ikut berpengaruh terhadap kinerja dan produksi perusahaan. Kebayangkan jika terjadi sesuatu,katakanlah kecelakaan kerja berakibat lumpuhnya kegiatan produksi, ini akan berdampak terhadap beban keuangan perusahaan.

Di sisi lain,bangsa ini bangga karena PHE kini menjadi operator pada banyak lapangan migas. Ini bukti bahwa anak bangsa mampu mengoperasikan lapangan migas kelas dunia.Salam sayang untuk PHE.

Godang Sitompul,Pemimpin Redaksi