Ini Ya Tim Kesdm yang Berada di Angola Jajaki Modular Refinery Project

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) sangat serius menjajaki Modular Refinery Project.

Buktinya, Staf Khusus Menteri ESDM Nanang Abdul Manaf dan Muh Ikhsan Kiat dikirim oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (MESDM) Bahlil Lahadalia ke  Republik Angola, di Pantai Barat, Afrika Selatan.

Tidak hanya staf khususnya, Bahlil kirim juga Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Eri Purnomohadi dan Kepala Lemigas Mustafid plus dua orang dari Pertamina belajar tentang modular refinery project di Angola.

Sekjen Kementerian ESDM Dadan Kusdiana ketika ditanyakan oleh ruangenergi.com hal tersebut hanya menjawab benar adanya tim dari Kesdm berangkat ke Angola. Namun dia tidak memerinci siapa saja ke sana dan sejak kapan ke Angola serta berapa lama di sana.

“Iya betul, saat ini sedang Angola untuk melihat dan mempelajari kilang minyak,” kata Dadan singkat.

Dalam catatan ruangenergi.com, Angola, sebagai salah satu produsen minyak mentah terbesar di Afrika, sangat bergantung pada impor produk olahan minyak seperti bensin dan solar. Untuk mengurangi ketergantungan ini dan meningkatkan kemandirian energi, Angola telah berinvestasi pada pembangunan kilang minyak baru, termasuk yang modular mini refinery.

Angola secara aktif mengembangkan beberapa proyek kilang minyak baru, dan beberapa di antaranya mengadopsi konsep modular. Proyek yang paling menonjol yang disebut sebagai modular refinery adalah Kilang Cabinda.

Selain Cabinda, Angola juga memiliki rencana untuk mengembangkan kilang lain di Lobito (kapasitas 200.000 bph) dan Soyo (kapasitas 100.000 bph). Meskipun tidak secara eksplisit disebut sebagai “modular mini refinery” dalam setiap referensi, konsep modularitas sering kali menjadi bagian dari strategi pembangunan kilang baru untuk efisiensi dan kecepatan.

Kilang Lobito, misalnya, telah menandatangani kontrak EPC (Engineering, Procurement, and Construction) dengan China National Chemical Engineering (CNCEC), dan pembangunan fisik proyek tersebut sedang berlangsung.

Secara keseluruhan, modular mini refinery di Angola merepresentasikan upaya strategis untuk mencapai kemandirian energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan memproses minyak mentah di dalam negeri, mengurangi biaya impor, dan menciptakan nilai tambah.