Medco: Optimalisasi Sumur Eksisting Terbukti Efektif, Pasokan Gas Nasional Terjaga!

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Suban, Sumsel, ruangenergi.com-Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas bumi, Medco E&P Grissik Ltd. (“Medco E&P”), berhasil mencatat penambahan produksi gas signifikan dari kegiatan kerja ulang (work over) di Sumur Suban-22ST2, Blok Corridor, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Hasil uji produksi menunjukkan penambahan gas sebesar 9 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 2 MMSCFD.

Medco E&P, bekerja sama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), merampungkan pekerjaan ini pada 10 November 2025. Proses kerja ulang dilaksanakan secara rigless, sebuah metode yang memungkinkan proses berjalan lebih cepat dan efisien.

Direktur Utama Medco E&P, Ronald Gunawan, menyampaikan rasa syukur atas capaian ini, yang disebutnya sebagai wujud sinergi dan efektivitas pelaksanaan program optimasi sumur.

“Hasil Suban-22ST2 membuktikan bahwa optimalisasi sumur eksisting melalui pendekatan teknis yang lebih tepat dan efisiensi operasional dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan produksi nasional,” ujar Ronald Gunawan, Selasa (18/11/2025).

Proses kerja ulang Sumur Suban-22ST2 ini berlangsung hanya selama 12 hari. Kegiatan yang dimulai pada 30 Oktober 2025, ini berhasil diselesaikan tepat waktu pada 10 November 2025.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyambut positif keberhasilan KKKS PT Medco E&P Grissik Ltd. ini. Ia menekankan bahwa penambahan produksi ini akan berdampak langsung pada ketahanan energi nasional.

“Keberhasilan kegiatan kerja ulang Sumur Suban-22ST2 di Blok Corridor dengan potensi tambahan gas sebesar 9 MMSCFD akan memperkuat pasokan gas nasional dan mendukung program ketahanan energi,” imbuh Djoko Siswanto.

Peningkatan produksi gas dari sumur eksisting ini menjadi salah satu upaya hulu migas untuk mengejar target jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan produksi migas nasional.