Ada Surat Dirut Pertamina ke Kepala SKK Migas Minta Penunjukkan Dirut PT PHR

Jakarta,ruangenergi.com-Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati pada tanggal 30 April 2021 berkirim surat kepada Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di Wisma Mulia, Jakarta Selatan. Surat itu bukan sekedar surat biasa.

Ruangenergi.com mendapatkan informasi isi surat itu yang menyebutkan bahwa Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KBUMN) mengusulkan Pengangkatan Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan sebagai berikut:

“Nama : Jafee Arizon Suardin, Jabatan Saat ini Deputi Perencanaan, Jabatan Yang Diusulkan : Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan. Sehubungan hal di atas dan memperhatikan Peraturan Presiden Nomer 9 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi pasal 10 menyatakan bahwa “Wakil Kepala, Sekretaris,Pengawas Internal, dan para Deputi SKK Migas diangkat dan diberhentikan atas usul Kepala SKK Migas, bersama ini mohon perkenan bantuan dan kerjasamanya untuk dapat melakukan proses administrasi yang diperlukan sehubungan Bapak Jafee Arizon Suardin akan diangkat menjadi Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan sebagaimana tertuang pada Surat Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham PT Pertamina (Persero) No.SR-289/MBUI/04/2021 tanggal 23 April 2021 sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” demikian isi surat yang ditandatangani oleh Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.

Dalam catatan ruangenergi.com,Pertamina secara resmi telah mendapatkan hak alih kelola 10 blok migas pada periode 2017 – 2018. Selain itu, Pertamina juga diberikan mandat mengelola 3 blok migas terminasi periode 2019-2021, serta 2 blok migas dengan Participating Interest 30% pada periode tersebut, blok-blok tersebut masih menunggu alih kelola setelah kontrak berakhir.

BACA JUGA  374 Nelayan di Kabupaten Kolaka Terima Bantuan Mesin Kapal

Karena migas merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbarui, maka tantangan yang dihadapi di sektor hulu adalah penurunan produksi yang terjadi secara alamiah karena lapangan-lapangan migas yang ada saat ini sudah termasuk dalam kategori lapangan tua. Dengan semakin tuanya lapangan yang ada, maka penurunan produksi sesungguhnya adalah hal yang alami terjadi di semua lapangan yang sudah berproduksi.

Untuk itu, Pertamina menggunakan berbagai pendekatan yang tidak biasa (unusual business) untuk mempertahankan bahkan meningkatkan produksi migas mulai dari upaya eksploitasi melalui kegiatan pemboran, penerapan metode pengurasan minyak tahap lanjut sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lapangan, optimalisasi produksi melalui pembenahan fasilitas produksi yang ada, serta penerapan hingga teknologi terbaru lainnya. Namun demikian, Pertamina juga harus secara aktif melakukan upaya eksplorasi untuk menemukan cadangan-cadangan migas baru, sehingga bisa mewujudkan ketersediaan sumber energi migas yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *