Akibat Sumur Maha-3 Temukan Gas 100 MMSCFD, SKK Migas: Jaga Produksi dan Tambah Pasokan LNG Domestik

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyatakan produksi dari sumur Maha-3 akan menjadi substitusi bagi sumur-sumur lain  yang mengalami penurunan produksi, sehingga kinerja produksi lapangan tetap dapat dipertahankan.

Menurut Djoko, bahkan mulai Oktober mendatang produksi Lapangan Maha diperkirakan meningkat, seiring masuknya tambahan pasokan dari sumur baru tersebut.

Sumur Maha-3 merupakan bagian dari kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh ENI di wilayah kerja West Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur. Pemboran eksplorasi ini berhasil menemukan gas dengan potensi produksi sekitar 100 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Djoko menjelaskan, tambahan produksi gas dari temuan tersebut akan memperkuat pasokan gas menuju kilang LNG Bontang di Bontang, yang selama ini menjadi salah satu pusat pengolahan LNG terbesar di Indonesia.

Dengan tambahan pasokan tersebut, lanjutnya, kilang LNG Bontang berpotensi menghasilkan tambahan sekitar tiga kargo LNG yang akan dialokasikan untuk kebutuhan domestik, terutama bagi pembangkit listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan kebutuhan gas oleh Perusahaan Gas Negara (PGN).

“Tambahan gas dari Maha-3 akan meningkatkan suplai ke LNG Bontang sehingga ada tambahan sekitar tiga kargo LNG untuk kebutuhan dalam negeri, baik untuk PLN maupun PGN,” ujar Djoko dalam bincang santai virtual bersama ruangenergi.com, Senin (09/03/2026), di Jakarta.

Sebelumnya, Djoko juga menyampaikan bahwa pemerintah melalui SKK Migas telah mengalokasikan sembilan kargo LNG untuk kebutuhan domestik, khususnya untuk mendukung pasokan energi bagi sektor kelistrikan dan industri nasional.

Keberhasilan eksplorasi Maha-3 ini dinilai menjadi kabar positif bagi kegiatan eksplorasi migas nasional, khususnya di kawasan laut Kalimantan Timur yang masih menyimpan potensi gas signifikan serta mendukung penguatan ketahanan energi dalam negeri.