Arkora Resmikan Kukusan 2, Listrik Hijau dari Sungai Tanggamus Mengalir untuk 25.000 Warga

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Komitmen terhadap energi bersih kembali ditegaskan oleh PT Arkora Hydro Tbk (ARKO). Perusahaan energi baru terbarukan (EBT) ini resmi mengoperasikan Proyek Kukusan 2 di Kabupaten Tanggamus, Lampung, setelah mencapai Commercial Operation Date (COD) pada 6 Februari 2026.

Proyek ini bukan sekadar tambahan kapasitas listrik. Kukusan 2 menjadi simbol konsistensi Arkora dalam mengawal prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di tengah percepatan transisi energi nasional.

Kukusan 2 merupakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berbasis run-of-river berkapasitas 5,4 MW (2 x 2,7 MW). Teknologi ini memanfaatkan aliran sungai alami tanpa membangun bendungan besar, sehingga jejak ekologisnya jauh lebih kecil dibandingkan PLTA konvensional.

Dengan estimasi produksi listrik mencapai 35,02 GWh per tahun, Kukusan 2 menjadi pembangkit keempat yang dioperasikan Arkora. Kontribusinya diproyeksikan menyumbang sekitar 17,8% dari total estimasi produksi listrik Perseroan tahun 2026 sebesar 197,28 GWh.

Energi bersih yang dihasilkan dialirkan ke jaringan distribusi Lampung melalui kerja sama jual beli listrik (PPA) selama 25 tahun dengan PT PLN (Persero).

Dengan konsumsi listrik per kapita Indonesia sebesar 1.411 kWh per tahun, pembangkit ini mampu memasok kebutuhan listrik bagi sekitar 5.000–7.000 rumah tangga atau kurang lebih 25.000 jiwa — cukup untuk menghidupkan ribuan lampu, mesin usaha kecil, hingga fasilitas publik di wilayah tersebut.

Tak hanya soal energi bersih, Arkora juga menekankan aspek keselamatan kerja. Selama masa konstruksi, proyek ini mencatatkan zero fatality dan zero accident, berkat penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang ketat.

Capaian ini memperkuat posisi Arkora sebagai pengembang EBT yang tak hanya fokus pada output energi, tetapi juga proses pembangunan yang bertanggung jawab.

Secara lebih luas, beroperasinya Kukusan 2 turut memperkuat kontribusi sektor swasta dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.

Sejak 2017 hingga 2025, Arkora telah menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar ±277.241 ton CO₂eq. Ke depan, setelah Proyek Tomoni dan Proyek Pongbembe beroperasi, Perseroan diproyeksikan berkontribusi dalam reduksi emisi sekitar ±170.809 ton CO₂eq per tahun.

Direktur Utama Arkora, Aldo Artoko, menegaskan bahwa operasional Kukusan 2 mencerminkan konsistensi perusahaan dalam pengembangan EBT.

“Beroperasinya Proyek Kukusan 2 menegaskan komitmen kami dalam menyediakan energi bersih sekaligus menjaga kepercayaan yang diberikan oleh PLN,” ujar Aldo.

Ia juga memaparkan perkembangan proyek lain, yakni Proyek Tomoni (10 MW) yang progres konstruksinya telah mencapai 61% dan ditargetkan rampung tahun ini. Sementara itu, Proyek Pongbembe (20 MW) yang dimulai akhir 2025, ditargetkan selesai pada 2029.

Dari sisi finansial, Kukusan 2 mulai memberikan kontribusi terhadap arus kas perseroan melalui pendapatan rutin dari PLN selama 25 tahun ke depan. Stabilitas ini membuka ruang ekspansi lebih luas.

Arkora saat ini memiliki pipeline proyek lebih dari 300 MW di berbagai wilayah Indonesia — angka yang mencerminkan ambisi besar untuk ikut menopang ketahanan dan swasembada energi nasional.

“Ke depannya, kami berkomitmen mengintegrasikan prinsip ESG untuk terus menerangi Indonesia dengan energi bersih dari tenaga air melalui lebih banyak lagi proyek pembangkit listrik EBT,” tutup Aldo.

Dengan Kukusan 2 yang kini resmi beroperasi, aliran sungai di Tanggamus tak hanya menggerakkan turbin — tetapi juga menggerakkan harapan menuju masa depan energi Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.