Awak Mobil Tangki, Garda Sunyi Distribusi BBM Negara

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Banyuwangi, Jawa Timur, ruangenergi.com – Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas mengingatkan pentingnya integritas dan keselamatan awak mobil tangki dalam menjalankan tugas distribusi bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat. Menurutnya, pekerjaan para awak mobil tangki bukan sekadar pekerjaan logistik biasa, melainkan bagian dari amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Dalam kunjungannya ke Integrated Fuel Terminal Tanjung Wangi, Banyuwangi, Wahyudi menegaskan bahwa distribusi BBM adalah mata rantai vital yang menentukan kelancaran aktivitas masyarakat, terutama menjelang arus mudik dan balik Lebaran.

“Ini menjalankan amanah negara agar distribusi BBM sampai kepada masyarakat dengan selamat. Karena itu keselamatannya harus dijamin,” ujar Wahyudi, seperti dilaporkan koresponden ruangenergi.com, Faisal Hafis dari Banyuwangi, Jawa Timur.

Wahyudi juga menyampaikan apresiasi kepada para awak mobil tangki yang tetap bertugas saat momentum Lebaran, ketika banyak orang berkumpul bersama keluarga.

Menurutnya, para pengemudi mobil tangki merupakan garda sunyi distribusi energi, yang memastikan BBM tetap tersedia di SPBU di berbagai wilayah.

“Lebaran kita sama-sama jauh dari keluarga, tapi tugas ini penting untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan BBM,” katanya.

Ia mengingatkan agar para awak mobil tangki selalu mematuhi seluruh regulasi operasional. Mulai dari batas kecepatan kendaraan, pengaturan waktu istirahat, hingga kewajiban berhenti beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk.

“Kalau ada gangguan di perjalanan, segera sampaikan ke tim di terminal yang memonitor. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Wahyudi menjelaskan, mobil tangki yang beroperasi membawa berbagai jenis BBM yang menjadi kebutuhan utama masyarakat, mulai dari Pertalite, Pertamax, hingga Biosolar.

Distribusi BBM tersebut bukan perkara sederhana. Menurutnya, BBM merupakan komoditas strategis dengan proses distribusi yang panjang dan membutuhkan pengawasan ketat.

“BBM ini barang langka, prosesnya sulit dan membutuhkan effort besar. Karena itu harus dipastikan sampai sesuai target tanpa kehilangan atau penyalahgunaan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa BBM bersubsidi memiliki dimensi tanggung jawab yang lebih besar karena merupakan penugasan pemerintah untuk membantu masyarakat.

Karena itu, seluruh pengiriman BBM harus mengikuti SPBU tujuan dan delivery order (DO) yang telah diprogramkan dalam sistem distribusi.

Dalam dialog dengan awak mobil tangki, Wahyudi juga menyinggung potensi godaan dari oknum yang mencoba menyalahgunakan distribusi BBM.

Ia menanyakan langsung kepada para pengemudi apakah pernah mengalami upaya rayuan dari pihak tertentu untuk menyimpangkan distribusi BBM. Para awak mobil tangki menjawab tidak pernah.

“Jangan sampai itu terjadi, apalagi untuk BBM subsidi. Ini mengandung penugasan negara,” katanya.

Wahyudi menegaskan bahwa jika terjadi pelanggaran atau penyalahgunaan, proses hukum akan ditangani oleh aparat penegak hukum (APH).

Menutup arahannya, Wahyudi menyampaikan terima kasih kepada seluruh awak mobil tangki yang terus bekerja menjaga pasokan energi bagi masyarakat.

Ia berharap seluruh proses distribusi berjalan lancar dan para pengemudi selalu diberikan keselamatan selama bertugas.

“Terima kasih. Selamat bertugas. Kita sama-sama menjalankan tugas negara,” ujarnya.

Di tengah mobilitas masyarakat yang meningkat selama musim mudik, peran para awak mobil tangki memang kerap luput dari sorotan. Namun tanpa mereka, roda distribusi energi nasional tidak akan bergerak. Mereka adalah penjaga sunyi yang memastikan setiap liter BBM sampai ke masyarakat tepat waktu.