Awali 2026, PGN “Tancap Gas” Pasok Energi ke Bumi Menara Internusa Lamongan

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Lamongan, Jawa Timur, ruangenergi.com– Kabar segar datang dari sektor industri di awal tahun 2026. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai Subholding Gas Pertamina, kembali membuktikan komitmennya dalam memperluas jangkauan energi bersih. Kali ini, giliran PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan yang resmi menikmati aliran gas bumi pertamanya (gas in) tepat pada tanggal 1 Januari 2026.

Langkah ini menjadi sinyal positif bagi geliat ekonomi daerah, mengingat pemanfaatan gas bumi dikenal lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar konvensional lainnya.

Kerja sama ini tidak main-main. Pada tahap awal, PT BMI Lamongan akan menyerap gas bumi dengan volume sekitar 15.000 meter kubik (m³) per bulan. Angka ini diproyeksikan tidak akan berhenti di situ. Seiring dengan rencana ekspansi dan optimalisasi produksi pabrik, konsumsi gas ditargetkan melonjak bertahap hingga mencapai 80.000 m³ per bulan.

Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief, menegaskan bahwa penyaluran ini adalah wujud nyata dukungan PGN agar industri nasional bisa lebih “bernapas lega” melalui efisiensi biaya energi.

“Pemanfaatan gas bumi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung target transisi energi nasional,” ujar Faishal di sela-sela kegiatannya, Jumat (2/1/2026).

Respons positif pun datang langsung dari pengguna. Perwakilan manajemen PT BMI Lamongan mengakui bahwa kehadiran gas bumi memberikan dampak instan terhadap stabilitas operasional mereka.

“Penggunaan gas bumi membantu kami meningkatkan efisiensi energi dan mendukung operasional yang lebih stabil. Ke depan, kami optimistis pemanfaatan gas bumi akan semakin optimal seiring peningkatan kapasitas produksi,” ungkap perwakilan manajemen BMI.

Masuknya gas bumi ke PT BMI diharapkan menjadi role model bagi industri lain di wilayah Lamongan dan sekitarnya untuk segera beralih ke energi bersih.

PGN berharap, dengan semakin banyaknya industri yang menggunakan gas bumi, daya saing produk nasional akan meningkat karena biaya produksi yang lebih terkendali. Ujungnya, hal ini akan memberikan efek domino positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah Lamongan secara keseluruhan.