Bahlil: Nilai Proyek Energi RI Berpotensi Tembus USD 50 Miliar di Tengah Dinamika Geopolitik

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Tokyo, Jepang, ruangenergi.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan potensi peningkatan nilai proyek energi Indonesia hingga mencapai USD 50 miliar, seiring penyesuaian terhadap dinamika geopolitik global.

Hal tersebut disampaikan Bahlil dalam kunjungan kerja ke Jepang, mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam agenda pertemuan dengan sejumlah pihak strategis.

Dalam keterangannya, Bahlil menyebut bahwa pemerintah sebelumnya telah menetapkan nilai proyek sebesar USD 20,9 miliar, dengan tambahan investasi sekitar USD 1 miliar yang mulai masuk sejak 2020. Namun, perkembangan situasi global mendorong pemerintah untuk melakukan penyesuaian skala investasi.

“Mempertimbangkan geopolitik yang berkembang, kita dorong peningkatan nilai proyek menjadi lebih besar, bahkan bisa mencapai USD 50 miliar,” ujar Bahlil, dikutip dari website ESDM.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa kategori pengembangan proyek yang tengah dikaji, termasuk skema investasi senilai USD 25 miliar, USD 10 miliar, hingga tambahan investasi bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

Menurutnya, pemerintah juga telah melakukan serangkaian pertemuan intensif dengan mitra internasional guna memastikan realisasi proyek berjalan sesuai target. Selain itu, keputusan terkait lokasi pengembangan—baik di darat maupun lepas pantai—akan ditetapkan dalam beberapa tahun mendatang.

Bahlil menegaskan bahwa langkah peningkatan nilai investasi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menarik minat investor global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

“Kami terus melakukan pertemuan intens, dan alhamdulillah progresnya sudah berjalan. Ini bagian dari upaya kita memastikan proyek-proyek strategis tetap berjalan dan bahkan meningkat nilainya,” katanya.

Kunjungan ke Jepang ini menjadi salah satu momentum penting bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama energi, termasuk dalam pengembangan teknologi dan pembiayaan proyek-proyek besar di sektor migas dan energi baru.