Dumai, Riau, ruangenergi.com-Kabar gembira bagi masyarakat Dumai dan sekitarnya. Gerbang udara wilayah ini akhirnya terbuka kembali. PT Pelita Air Service, melalui lini bisnis pengelolaan bandara (airport management), secara resmi telah merampungkan proses reaktivasi Bandara Pinang Kampai.
Langkah ini menjadi angin segar bagi konektivitas di Pulau Sumatra. Dengan landasan pacu (runway) sepanjang 1.800 meter yang kini siap digunakan, Bandara Pinang Kampai siap melayani penerbangan reguler maupun charter dengan fokus utama rute domestik.
Direktur Utama PT Pelita Air Service, Dendy Kurniawan, menegaskan bahwa hidupnya kembali Bandara Pinang Kampai bukan kerja satu pihak saja. Ini adalah hasil sinergi solid alias “keroyokan” positif antara Pelita Air, Pemerintah Kota Dumai, Kementerian Perhubungan, AirNav, hingga BMKG.
“Kami dan seluruh pemangku kepentingan berada dalam komitmen yang sama untuk meningkatkan konektivitas udara nasional, khususnya di wilayah Sumatra,” ujar Dendy.
Yang paling ditunggu-tunggu masyarakat tentu saja rute penerbangannya. Dendy membocorkan bahwa Pemerintah Kota Dumai telah memberikan lampu hijau dan siap memfasilitasi pembukaan rute-rute strategis.
Bagi maskapai yang berminat, pintu sudah terbuka lebar untuk rute-rute favorit seperti: Dumai – Jakarta. Dumai – Batam. Dumai – Medan. Dumai – Padang. Dumai – Pekanbaru
Tak main-main soal keselamatan, operasional kembali bandara ini telah mengantongi restu resmi. Bandara Pinang Kampai kini beroperasi dengan pegangan Sertifikat Bandar Udara serta Sertifikat Pelayanan Navigasi dan Komunikasi Penerbangan dari Kemenhub dan AirNav Indonesia. Semuanya telah selaras dengan regulasi keselamatan penerbangan sipil (CASR).
Dukungan teknis juga datang dari BMKG yang telah menginstalasi perangkat barometer di area bandara. “Hal ini penting dalam menjamin keselamatan penerbangan melalui akurasi data cuaca,” tambah Dendy.
Sebagai informasi, Bandara Pinang Kampai merupakan aset milik PT Pertamina (Persero). Lewat pengelolaan profesional dari anak usahanya, PT Pelita Air Service, aset ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas transportasi, tapi juga motor penggerak ekonomi baru bagi kawasan Dumai.
Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Pertamina dalam prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) serta mendukung target Net Zero Emission 2060, memastikan setiap lini bisnisnya memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat luas.













