Banjir Terjang Tangerang, Mahasiswa ITPLN Bantu Evakuasi Balita hingga Lansia

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Tangerang, ruangenergi.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek pekan lalu kembali memicu banjir di sejumlah lokasi. Salah satunya banjir menerjang Kampung Cantiga, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Di tengah genangan air yang mencapai leher orang dewasa, mahasiswa Institut Teknologi PLN (ITPLN) turun langsung membantu warga.

Gabungan relawan dari Himpunan Penggiat Pecinta Alam (HPPA) CAKRAWALA, AKSOS, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITPLN melakukan aksi kemanusiaan pada Kamis, 23 Januari 2026 lalu, setelah menerima informasi banjir akibat tingginya curah hujan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Sekitar 15 rumah warga terdampak banjir. Korbannya beragam—mulai dari balita, anak-anak, hingga lansia. Akses jalan menuju lokasi pun tergenang, namun tak menyurutkan langkah para relawan.

“Begitu mendapat informasi, kami langsung melakukan persiapan dan bergerak ke lokasi. Fokus utama kami adalah keselamatan warga, terutama kelompok rentan,” ujar Ketua Umum HPPA CAKRAWALA ITPLN, Naufal Yurnafa Aisal, saat berbincang, Senin, 26 Januari 2026.

Relawan membawa perlengkapan evakuasi berupa perahu karet berkapasitas sekitar 10 orang, pelampung keselamatan, dayung, headlamp, hingga sepatu bot. Seluruh peralatan diangkut menggunakan dua unit mobil, dengan perahu diletakkan di atas kendaraan demi mempercepat mobilisasi. Perjalanan menuju lokasi hanya memakan waktu sekitar 20 menit.

Setibanya di Kampung Cantiga, relawan langsung berkoordinasi dengan warga dan aparat setempat. Air yang meluap dari aliran kali mengalir cukup deras, memaksa evakuasi dilakukan dengan ekstra hati-hati.

Dalam operasi lapangan, tugas dibagi secara terkoordinasi. Tujuh anggota HPPA CAKRAWALA diterjunkan, lima di antaranya mengoperasikan perahu evakuasi, sementara dua lainnya siaga sebagai tim cadangan dan pengamanan. Sementara relawan dari BEM ITPLN membantu koordinasi serta dukungan operasional, sedangkan AKSOS fokus pada pendampingan warga di posko pengungsian.

Tak hanya mengevakuasi warga, relawan juga membantu berbagai aktivitas kemanusiaan lain. Mulai dari mengantar jenazah warga ke pemakaman, memasak di posko, hingga mendistribusikan logistik berupa mi instan, roti, nasi lengkap dengan lauk, serta air minum.

Evakuasi diprioritaskan bagi lansia, ibu hamil, anak-anak, balita, dan warga yang sakit, dengan melibatkan warga setempat agar proses berjalan aman.

Namun, menjelang pukul 18.00 WIB, arus air semakin deras. Perahu yang digunakan relawan mengalami kebocoran akibat intensitas penggunaan. Demi keselamatan bersama, proses evakuasi kemudian dilanjutkan dengan bantuan BASARNAS.

“Keselamatan relawan dan warga menjadi pertimbangan utama. Karena itu kami berkoordinasi dengan BASARNAS agar evakuasi tetap berjalan optimal,” kata Naufal.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung berkat kerja sama lintas elemen—relawan, warga, dan instansi terkait. Menjelang malam, tim gabungan kembali ke Kampus ITPLN dalam kondisi selamat dan sehat. Warga dan pengurus RW setempat pun menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Setiap program kemahasiswaan ITPLN bisa diikuti melalui kanal www.itpln.ac.id.

Aksi kemanusiaan ini menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, solidaritas dan gotong royong tetap menjadi kekuatan utama masyarakat, termasuk mahasiswa ITPLN.