Beginilah Cara MedcoEnergi Empowering People, Bukan Sekedar ‘Omon-Omon’

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Serpong, Tangerang Selatan, ruangenergi.com – Bukan sekadar ‘omon-omon’, tetapi aksi nyata yang dilakukan oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dalam mewujudkan prinsip keberlanjutan (sustainability) dalam kinerja perusahaan.

Salah satu buktinya adalah upaya Medco dalam menghadapi perubahan iklim melalui pemasangan solar PV (pembangkit listrik tenaga surya) di berbagai fasilitas onshore maupun offshore pada lapangan minyak dan gas yang dioperasikan perusahaan.

“Pemasangan solar PV dilakukan di fasilitas onshore maupun offshore, seperti di Lapangan Matak, Natuna. Di sana, camp atau tempat tinggal pekerja kami sudah dipasangi solar PV. Begitu pula untuk fasilitas offshore. Untuk informasi lebih lanjut, bisa ditanyakan langsung kepada Pak Tenny Wibowo, selaku Senior VP Offshore Asset,” ujar Direktur & Chief Administrative Officer MedcoEnergi, Amri Siahaan, dalam sesi diskusi strategis bertajuk “People as the Foundation of Energy Transition” di ajang Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2025, Selasa (20/05/2025), di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten. Tim ruangenergi.com hadir dalam kesempatan tersebut.

Amri menambahkan, bahwa untuk platform-platform terbaru yang dibangun Medco di wilayah kerja migas (WK Migas), 100 persen sistemnya telah menggunakan solar PV.

“Platform-platform baru yang unmanned (tanpa personel/awak) sudah tidak lagi menggunakan mesin diesel. Kami mengandalkan solar PV dan baterai. Bisa dibilang, platform Medco kini sudah ramah lingkungan,” ujar Amri dengan raut wajah antusias.

Amri juga mengungkapkan bahwa Medco memanfaatkan teknologi dalam proses perancangan (design) platform migas lepas pantai.

“Platform yang kami bangun sekarang jauh lebih kecil dan efisien dibandingkan platform-platform terdahulu. Untuk platform unmanned, kami menggunakan konsep ‘ “Z-pod”’, atau ‘mono-pod’ yang dilengkapi dengan brace. Awalnya, kami belajar dari teman-teman di Petronas. Namun kini, kami telah menyempurnakannya dan membangunnya dalam waktu yang lebih cepat. Begitulah teknologi—kami belajar, menyempurnakan, dan menerapkannya,” jelas Amri.

Namun demikian, Amri menegaskan bahwa sehebat apa pun teknologi dan sistem yang dimiliki, semua akan sia-sia tanpa kehadiran dan kontribusi people (orang/tenaga kerja).

“Teknologi dan sistem secanggih apa pun tidak akan berarti tanpa people. Itulah mengapa Medco sangat fokus dalam empowering people (memberdayakan SDM).

Di MedcoEnergi, kesuksesan kami didorong oleh tenaga kerja yang berkembang, inovasi yang berkelanjutan, dan komitmen terhadap keberlanjutan. Tiga prioritas strategis ini sangat penting dalam perjalanan kami menuju ‘Energy for Growth’, mendorong keunggulan operasional, ekspansi bisnis, serta visi untuk menyediakan energi bersih yang terjangkau, berkelanjutan, dan andal,” papar Amri, sambil menunjukkan materi presentasinya di layar besar di hadapan puluhan wartawan yang mengunjungi booth Medco dalam ajang The 49th IPA Convex 2025.

Lebih lanjut, Amri menceritakan bahwa di wilayah kerja migas Medco di Oman, terdapat 12 orang tenaga kerja Medco yang dipercaya untuk membantu aspek teknis di sana.

“Ada 12 orang kita yang membantu teknikal di Oman. Ini menunjukkan kepercayaan partner kepada SDM Medco. Kemudian yang 12 orang/ secondee di Oman ada di Block 60 dan Block 48 yg dioperasikan OQ, dimana MedcoEnergi ada PI 20% dan afiliasi kita ada PI 20% juga. Ini tentunya diluar staff secondee kita di KSF, Oman.,” tuturnya.

Amri juga mengungkapkan bahwa saat ini, sebanyak 21 persen pekerja yang terlibat dalam kegiatan operasi Medco adalah perempuan.

“Kalau bicara soal diversity, di tim manajemen Medco, 21 persen di antaranya adalah perempuan. Bagi kami, peran perempuan maupun laki-laki sama pentingnya.

Saat ini, Medco memiliki lebih dari 6.300 pekerja, 15.400 kontraktor, dan lebih dari 980 profesional di bidang petroteknikal. Kami juga telah melaksanakan 130.000 jam pelatihan dengan lebih dari 550 topik pelatihan,” pungkas Amri.