Jakarta, ruangenergi.com- Tidak ada satupun karyawan perusahaan di dunia ini, termasuk di hulu migas suka dengan MAT, alias mutual agreement termination. Berita sedih!
Mutual Agreement Termination (MAT) adalah istilah yang digunakan dalam konteks hubungan kerja untuk merujuk pada pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disepakati bersama antara pemberi kerja dan karyawan. Artinya, kedua belah pihak (perusahaan dan karyawan) setuju untuk mengakhiri hubungan kerja mereka secara sukarela tanpa adanya paksaan atau salah satu pihak yang merasa dirugikan.
Dalam praktiknya, ini bisa terjadi ketika kedua belah pihak merasa bahwa berakhirnya kontrak kerja adalah yang terbaik untuk keduanya. Biasanya, kesepakatan ini melibatkan negosiasi mengenai pesangon atau hak-hak lain yang diterima oleh karyawan setelah pemutusan hubungan kerja.
Berbeda dengan pemecatan atau pengunduran diri sepihak, dalam mutual agreement termination, kedua pihak terlibat dalam proses tersebut dan setuju pada persyaratan yang menguntungkan kedua belah pihak.
Ruangenergi.com menerima informasi bahwa MAT akan segera diterapkan kembali di Premier Oil Natuna Sea BV, sekarang menjadi Harbour Energy Natuna Sea, di tahun 2025 ini.
Sebelumnya, dalam catatan ruangenergi.com, pada tahun 2019, Premier Oil Natuna Sea BV menawarkan program MAT kepada karyawannya. Namun, menurut sumber di SKK Migas, Premier Oil tidak mengajukan program MAT tersebut ke SKK Migas. Program ini telah diterapkan sejak September 2019, dengan delapan karyawan yang berpartisipasi. Beberapa karyawan merasa tertekan untuk mengikuti program ini, meskipun mereka telah menolak. Dari delapan karyawan yang terdampak, hanya dua yang menerima tawaran tersebut, dengan paket kompensasi sebesar enam bulan upah.
“Di tahun 2025 ini targetnya 160 orang karyawan akan ditawarkan MAT. Akan dipanggil satu per satu. Akhir tahun lalu (2024), target MAT tidak tercapai, dan kini diawal tahun ditawarkan kembali. Harapannya, dari total 460 karyawan, akan di cut 160 orang, targetnya begitu,” kata sumber ruangenergi.com bercerita.
Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari SKK Migas.
Petronas Juga Kurangi Karyawan
Petroliam Nasional Bhd (Petronas) berencana untuk menyesuaikan ukuran tenaga kerjanya seiring dengan perubahan dan tantangan yang semakin besar dalam lingkungan operasional global, kata Presiden dan CEO Grupnya, Tan Sri Tengku Muhammad Taufik.
“Ini bukan pemutusan hubungan kerja; ini adalah upaya penyesuaian ukuran tenaga kerja,” kata Muhammad Taufik dalam pengarahan media mengenai rencana tersebut, mengutip theedgemalyasia.com.
“Ini untuk memastikan kelangsungan Petronas di masa depan. Jika kami tidak melakukannya sekarang, tidak akan ada Petronas dalam 10 tahun.” Perusahaan minyak nasional ini baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-50 tahun lalu.
Jumlah pekerjaan yang terpengaruh belum diketahui, karena struktur baru ini baru akan diumumkan pada paruh kedua tahun ini, katanya. Setelah struktur baru diumumkan, beberapa karyawan akan dipindahkan ke peran baru, sementara sebagian akan terpengaruh. Proses ini diharapkan selesai pada akhir tahun.
Tujuan utama dari upaya ini adalah untuk mengurangi jumlah “enabler” — yaitu mereka yang bekerja di peran administratif — yang rasio jumlahnya relatif lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri. Saat ini, terdapat 15.000 hingga 16.000 enabler di Petronas, dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja global Petronas yang mencapai 52.000 hingga 53.000 orang.
Perusahaan minyak nasional ini mengadakan pertemuan town hall pada hari Rabu (5 Februari) untuk mengumumkan upaya penyesuaian ukuran tenaga kerja.
Muhammad Taufik menegaskan bahwa penyesuaian ukuran ini bukan merupakan hasil dari permintaan pemerintah Sarawak untuk mengambil alih peran pengelola gas di negara bagian penghasil gas tersebut dari Petronas.
Dia mengatakan bahwa lebih baik melakukan langkah seperti ini ketika perusahaan berada dalam kondisi keuangan yang sehat, daripada menunggu hingga Petronas terpaksa memangkas pekerjaan karena bisnis yang menyusut, saat itu tidak akan memiliki ruang untuk bergerak.