Bone Bakal Jadi Lumbung Energi? SKK Migas Targetkan Pengeboran Gas Mulai Akhir 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Bone, Sulsel, ruangenergi.com- Kabar segar berembus dari sektor energi Sulawesi Selatan. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tengah bersiap tancap gas untuk memulai eksplorasi di Kabupaten Bone.

Tak tanggung-tanggung, investasi jumbo disiapkan untuk misi pencarian sumber energi ini. Kepala Departemen Operasi SKK Migas, Dedy Hidayat, mengungkapkan bahwa biaya untuk mengebor satu sumur eksplorasi saja ditaksir mencapai angka fantastis.

Dalam laporannya yang disampaikan melalui Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan Sulawesi (Kalsul), Azhari Idris, Dedy menyebutkan angka investasi yang membuat mata terbelalak saat menjawab pertanyaan Bupati Bone terkait nilai proyek.

“Berdasarkan pengalaman, biaya satu sumur eksplorasi itu berkisar antara USD 7 hingga 8 juta, atau setara kurang lebih Rp 100 miliar,” ungkap Dedy Hidayat.

Ia menegaskan, gelontoran dana besar ini merupakan bukti keseriusan negara. Kegiatan ini adalah mandat langsung untuk menjaga ketahanan energi nasional, memastikan pasokan gas bumi tetap terjaga di masa depan.

Meski dana sudah diancang-ancang, realisasi pengeboran “harta karun” gas ini masih harus melewati beberapa tahapan krusial. SKK Migas menargetkan tajak sumur (pengeboran perdana) dapat dilakukan pada akhir tahun 2026.

Namun, Dedy memberikan catatan penting: jadwal tersebut bersifat tentatif. Kunci utamanya terletak pada izin penggunaan lahan, mengingat lokasi target berada di area Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

“Tentative akhir tahun 2026, tapi ini sangat tergantung pada persetujuan alih fungsi lahan LP2B dari Kementerian Pertanian,” jelas Dedy.
Saat ini, pihaknya tengah bergerak cepat menyiapkan dokumen dan proposal untuk diajukan ke Kementerian Pertanian (Kementan).

Langkah ini diambil setelah SKK Migas melakukan survei seismik awal di lokasi yang dibidik.

Koordinasi dengan pemerintah daerah pun berjalan intensif. Setelah melaporkan rencana kerja kepada Wakil Bupati pada November lalu, tim SKK Migas kembali hadir menemui Bupati Bone untuk mematangkan rencana.

Alurnya kini sudah jelas: segera memulai survei seismik lanjutan, melakukan pembebasan lahan di area LP2B, dan memintakan persetujuan Kementan.

“Kalau semua lancar, dokumen beres, dan dipastikan hasil pemboran benar ada gasnya serta ekonomis untuk diproduksikan, maka selambat-lambatnya akhir tahun 2026 kita mulai pengeboran satu sumur eksplorasi di Kabupaten Bone,” pungkas Dedy optimistis.